31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Pengerukan Material Longsor Terkendala Medan

UNGARAN–Tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Semarang beberapa hari ini, memicu terjadinya bencana di beberapa tempat. Salah satunya, kediaman Tularno, 39, warga RT 6 RW 5 Kelurahan Susukan Kecamatan Ungaran Timur terkena bencana longsor. Longsor kategori sedang tersebut disebabkan tebing yang berada persis di belakang rumah tidak mampu menahan debit air hujan yang tinggi.

Kepala BPBD Kabupaten Semarang, Heru Subroto mengatakan bahwa proses pengerukan material di lokasi tersebut terkendala medan yang sempit dan terjal. “Sehingga eskavator tidak bisa masuk ke lokasi longsor karena kemiringan tebing yang mencapai 90 derajat,” katanya.

Akibatnya warga harus bekerja keras untuk menyingkirkan material tanah dengan cara manual menggunakan cangkul. Kondisi itu, berbeda dengan beberapa lokasi lain yang terkena bencana.

Data BPBD, tujuh kejadian bencana alam dalam beberapa hari terjadi di masing-masing daerah. Di antaranya, di Kecamatan Ungaran Timur, longsor menimpa rumah Tularno, 44, warga Lingkungan Kaligawe, RT 6 RW 5 dan di wilayah RT 1 RW 5 menutup jalan alternatif penghubung Ungaran Timur – Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Bahkan, longsor juga merusak jalan kampung di RT 6 RW 7 Lingkungan Susukan Mojo, Susukan serta merusak talud sungai dekat jembatan di wilayah Desa Mluweh.

Di Kecamatan Sumowono, longsor di Desa Pledokan menimbun sebagian bangunan milik warga yang tengah dibangun. ”Menimpa tiang bangunan rumah. Rumah itu belum ditinggali karena masih proses pembangunan,” ujarnya. Selain itu, nyaris merusakkan salah satu rumah warga di Desa Piyanggang lantaran berlokasi mepet dengan tebing.

Sementara di Kecamatan Getasan, angin kencang memporakporandakan satu unit rumah di Dusun Karangombo RT 3 RW 1, Desa Polobogo. ”Tidak ada korban jiwa atau luka, hanya kerugian materiil. Terparah longsor yang menimpa rumah Pak Tularno di Lingkungan Kaligawe RT 6 RW 5, Susukan, Ungaran Timur,” beber Heru.

Akibat bencana alam ini, tim gabungan dari SAR Kabupaten Semarang, BPBD yang dibantu warga di wilayah terdampak bencana harus bekerja ekstra keras membersihkan material longsor. Seperti yang terpantau di lokasi longsor di Lingkungan Kaligawe, Susukan, di jalan penghubung Ungaran Timur – Banyumanik. Petugas dan warga selesai membersihkan material longsor pada Minggu (15/1) pukul 23.00.

”Karena memang akses jalan itu sangat penting bagi warga. Kalau tidak segera dibersihkan, warga harus berputar jauh ke Banyumanik, Semarang untuk bisa ke Ungaran,” timpal Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD, Joner Hutajulu.

Saat ini, pihak BPBD sedang menghitung kerugian dari korban bencana tersebut. Dalam rentetan kejadian, tidak menelan korban jiwa. Pihak penghuni rumah yang terkena longsor lebih memilih tinggal sementara di rumah saudara yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya. “Sedikit pengerukan di bagian atas tebing karena di atas sudah ada rekahan tanah yang panjangnya 20 meter dan lebarnya 1,5 meter,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Tularno mengungkapkan longsor yang menimpa rumahnya tersebut terjadi pada Minggu (15/1) pukul 17.30. “Karena hujan deras tanah tebing (di belakang) tiba-tiba ngambrukki (menimpa) rumah bagian belakang,” kata Tularno.

Longsor yang menimpa rumahnya tersebut juga menjebol tembok rumah bagian belakang. Tepatnya tembok satu kamar tidur dan dapur. Untungnya, saat kejadian tidak ada seorangpun yang berada di ruangan tersebut. Posisi rumah milik Tularno memang sangat rawan bencana longsor.

Tebing setinggi lebih dari 10 meter tersebut berdiri persis di belakang rumah miliknya. Sementara jarak antara rumah dengan tebing hanya 2 meter. “Semalam saya memilih tidur di depan rumah, keluarga saya ungsikan di tetangga,” katanya. (ewb/ida)

Latest news

Related news