31 C
Semarang
Minggu, 16 Mei 2021

Pegawai Kejari Tertipu Rp 400 Juta

SEMARANG – Seorang pegawai Kejaksaan Negeri Semarang (Kejari) harus rela kehilangan uang senilai Rp 400 juta, setelah tergiur dengan iming-iming Maria Endang, warga Perum Fatmawati, yang bisa memasukkan dua anaknya menjadi pegawai Bea Cukai dan Imigrasi melalui jalan pintas.

Merasa tidak ada hasil, pegawai Kejari bernama Hardi, 58, warga Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, ini lantas melaporkan dugaan penipuan oleh Maria Endang, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Senin (16/1) siang.

Dugaan penipuan ini terjadi antara 29 Desember 2013 sampai 5 Mei 2014. Berawal ketika korban bertemu dengan rekannya yang mengaku anggota polisi berpangkat Kompol.

Saat bertemu, keduanya terlibat obrolan seputar pihak yang bisa mencarikan pekerjaan. Hingga akhirnya korban disarankan untuk menemui terlapor yang dianggap bisa memasukkan anaknya menjadi pegawai. ”Kemudian dikenalkan kepada Endang, yang katanya bisa memasukkan dua anak saya menjadi pegawai Bea Cukai dan Imigrasi,” ungkap Hardi saat pelaporan di SPKT Polrestabes.

Atas saran dari rekannya tersebut, korban lantas bertemu dengan terlapor dan mengutarakan keinginannya. Hingga akhirnya korban menyanggupi permintaan terlapor menyerahkan uang ratusan juta sebagai pelicin memasukkan anaknya tersebut. ”Minta menyerahkan uang Rp 400 juta. Semua saya serahkan secara bertahap (diangsur) di Perum Fatmawati,” jelasnya.

Namun setelah menyerahkan uang, korban lantas menemui terlapor untuk menagih janji yang disampaikan terlapor. Namun, janji yang ditagih tersebut hingga sekarang ini tak kunjung terwujud. ”Sampai sekarang tidak ada kepastian,” ujarnya.

Awalnya korban telah berupaya memilih jalur kekeluargaan. Namun dari terlapor tidak menunjukkan iktikad baik untuk mengembalikan uang tersebut. Hingga akhirnya korban memilih mendatangi kepolisian melaporkan dugaan penipuan tersebut. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news