31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Dewan Tampung Saran Pemkab

BATANG-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Batang menampung saran Pemkab Batang terkait lima rancangan peraturan daerah (Raperda) Inisiatif DPRD Kabupaten Batang. Yang sebelumnya ditanggapi Wakil Bupati Batang, Soetadi.

Hal tersebut disampaikan perwakilan Fraksi DPRD Kabupaten Batang, pada Sidang Paripurna Tanggapan Fraksi Terhadap Lima Raperda Inisiatif, di ruang sidang DPRD Batang, Senin (16/1) kemarin.
“Kami mengapresiasi tanggapan Pemkab yang disampaikan oleh Wakil Bupati. Dan kami akan menampung, saran-saran yang diberikan dalam pembuatan Lima Perda baru ini,” kata Ketua Fraksi PDIP, Tofani.

Raperda tersebut meliputi Raperda Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah; Raperda Pengemis, Gelandangan dan Orang Terlantar; Raperda Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kabupaten Batang Tahun 2017-2030 (RTRW); Raperda Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR); dan Raperda Lembaga Keuangan Mikro.

Ketua DPRD Kabupaten Batang, Imam Teguh Raharjo, berpendapat bahwa Perda tersebut mendesak dibuat sebagai payung hukum dalam tata kelola pemerintah. “Kelima Perda ini sangat penting, karena poin-poinnya sangat dibutuhkan. Namun selama ini kurang diperhatikan, padahal sangat penting,” jelasnya.

Menurut Teguh, seperti Perda Orang Terlantar, Batang selama ini menjadi tempat buangan pengemis dan orang gila. Namun karena tidak ada payung hukum untuk penindakannya, Pemkab Batang tidak bisa berbuat banyak.
Selanjutnya juga seperi Perda Keuangan Mikro, bahwa Batang kini ada 300 lembaga keuangan mikro dengan tawaran kemudahan kredit yang menggiurkan. Jika tidak diatur, akan merugikan masyarakat.

Kemudian Perda untuk Perusahaan, untuk meminimalisasi masalah sosial, yakni menghindari konflik berkepanjangan. Karena hak karyawan akan bisa terwujud, seperti cuti dan penghasilan yang layak. Selanjutnya untuk jangka panjang ada Perda Kawasan Wisata, dibutuhkan karena pariwisata milik Pemkab tidak bisa digarap maksimal. Sehingga PAD yang diharapkan juga sangat kurang. (han/ida)

Latest news

Related news