Rob Menerjang, Kelas Terpaksa Digabung

  • Bagikan

PEKALONGAN-Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMKN 1 Pekalongan terhambat, lantaran air bah dan rob menggenangi sebagian ruang kelas dan halaman sekolah. Akibatnya, pihak sekolah harus menggabungkan beberapa kelas.

Kepala SMKN 1 Pekalongan, Sukmawati, menyebutkan bahwa hampir semua ruangan tergenang. Hanya musala dan ruang perpustakaan yang tidak tergenang air. “Ada 11 ruang kelas, ruang guru, ruang praktik, hampir semuanya tergenang air,” jelasnya.

Meskipun air masih menggenang hingga kini, KBM tetap berjalan. Bahkan, upacara bendera yang seharusnya dilaksanakan di halaman, terpaksa dipindahkan ke aula sekolah. Menurutnya, pemandangan tersebut selalu terjadi ketika hujan mengguyur dengan intensitas tinggi, sehingga air bah datang.

Pada kesempatan upacara bendera, Senin (16/1) kemarin, ia berharap dukungan semua pihak, baik dari pemerintah maupun instansi terkait untuk membantu memecahkan masalah bencana rob yang kerap dialami SMKN 1 Pekalongan. “Semoga semua pihak terutama pemerintah bisa lekas membantu kami mencarikan solusinya,” harapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Barat, Kompol Darnyo, yang pada kesempatan tersebut mengikuti upacara bendera dalam rangka memberikan imbauan pada sekolah untuk memerangi narkoba menyatakan keprihatinannya atas bencana yang menimmpa SMKN 1 Pekalongan.

Apalagi sebelum upacara dimulai, bersama kepala sekolah keliling melihat lingkungan sekolah yang tergenang rob. Ia menyampaikan akan membantu tenaga dan pikiran untuk memecahkan permasalahan bencana rob tersebut.

Sebelumnya, SMKN 1 Pekalongan tersebut, memang sudah menjadi langganan banjir. Beberapa kelas yang berada di depan, belum sepenuhnya ditinggikan. Meskipun ada folder untuk mengatasi banjir rob yang tak terduga menggenang, masih belum cukup. Rencananya sekolah akan ditinggikan sekitar 40 sentimeter agar tidak tergenang ketika hujan maupun banjir rob. “Tapi belum terwujud hingga sekarang,” katanya prihatin. (tin/ida)

  • Bagikan