31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Ancam Laporkan PHI ke Polda

SEMARANG  – Pihak Yayasan Kesehatan Kristen Tayu (YKKT) melalui kuasa hukumnya akan melaporkan balik pihak Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Kota Semarang ke Kepolisian Daerah (Polda) Jateng, apabila PHI tetap melaksanakan lelang aset tanah dan bangunan seluas 3.189 meter, untuk membayar mantan karyawan YKKT.

Theodorus Yosep Parera selaku kuasa hukum Yayasan Kesehatan Kristen Tayu menilai, pelaksanaan lelang tersebut bertentangan dengan kesepakatan yang sudah dicapai saat para pihak yang berperkara dipertemukan oleh Ketua Pengadilan Negeri Semarang pada 2015 lalu.
”Yayasan menyatakan sanggup membayar tuntutan pembayaran gaji 28 mantan karyawan yang mengajukan gugatan, uangnya ada,” ungkap Parera, Senin (16/1) kemarin.

Rencananya, PHI Kota Semarang akan melakukan lelang pada 25 Januari 2017 mendatang. Untuk membayar tuntutan gaji mantan pegawai rumah sakit tersebut yang nilainya Rp 744 juta. Sedangkan dasar lelang adalah gugatan Sutarso dan 27 mantan karyawan lainnya. ”Padahal Sutarso sudah mengambil gaji yang menjadi bagiannya. Kami juga ada bukti kalau sudah enam mantan pegawai yang datang mengambil tuntutannya,” katanya.

Yayasan RS Kristen Tayu sendiri melalui kuasa hukumnya telah mengirimkan surat permohonan pembatalan lelang yang ditembuskan hingga ke Mahkamah Agung. Dalam surat tersebut, juga disampaikan landasan-landasan hukum mengenai perkara tersebut. ”Jika lelang pada 25 Januari nanti tetap terlaksana, kami akan laporkan semua pihak yang terkait atas dugaan perbuatan melawan hukum,” tegasnya.

Sementara Supriyadi, dari pihak Yayasan Kesehatan Kristen Sekitar Muria yang menaungi Rumah Sakit Kristen Tayu, menjelaskan, permasalahan ini bermula pada 2013, ketika 28 karyawan tidak mendapat bayaran selama 14 bulan, kemudian mengajukan gugatan.
”Saat itu rumah sakit sudah dalam kondisi tidak beroperasi, hingga saat ini,” katanya.

Meski demikian, yayasan sudah menyiapkan dana untuk membayar tuntutan mantan pegawainya itu. Sehingga tidak perlu dilakukanya lelang. ”Nilai tuntutan itu tidak sebanding dengan nilai taksiran tanah dan bangunan RS yang mencapai Rp 15 miliar,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news