31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Terkendala Pembebasan 24 Lahan Warga

SEMARANG – Pembangunan tanggul Kampung Bahari Tambaklorok saat ini masih terkendala 24 lahan warga yang belum terbebaskan. Meski begitu pemkot mengklaim warga telah sepakat. Hanya saja, ganti rugi belum bisa dilakukan karena masalah pemberkasan yang belum lengkap.

”Pembebasan lahan belum bisa 100 persen, karena ada 24 rumah warga yang belum bisa dilakukan pembayaran lantaran terkendala pemberkasan. Setelah ini kami kumpulkan camat dan lurah untuk sosialisasi pemberkasan kepada masyarakat yang terkena dampak,” kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat meninjau progres pembangunan tanggul Kampung Bahari di Tambaklorok, Senin (16/1).

Secara fisik, lanjut Hendi, sapaan akrabnya, progres pembangunan tanggul sudah mencapai 60 persen. Sesuai kontrak kerja akan selesai pada Oktober 2017 mendatang. Karena itu, pihaknya meminta SKPD terkait merampungkan pembebasan lahan pada Januari ini. Sehingga penyelesaian pembangunan bisa tepat waktu.

”Di tingkat masyarakat sendiri saya harapkan sudah clear, karena pembangunan kampung bahari ini juga kemaslahatan warga sekitar. Karena wilayahnya akan menjadi lebih bersih dan tertata rapi,” ujarnya.

Selain menekankan percepatan pembuatan tanggul, Hendi juga meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) memperbaiki akses menuju Kampung Bahari. Mengingat dalam pantauannya kemarin, kondisi jalan terlihat rusak parah. ”Saya lihat aksesnya rusak parah. Mosok kampungnya bersih dan rapi, tapi aksesnya begitu buruk. Saya minta akses segera diperbaiki,” pintanya.

Kepala DPU Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyatakan, sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan akses menuju kawasan Kampung Bahari sebesar Rp 2 miliar melalui APBD murni 2017.

”Yang sisi timur sudah kita perbaiki dan tahun ini kita anggarkan lagi Rp 2 miliar untuk pembangunan akses di Tambaklorok ini sepanjang sekitar 800 meter dengan lebar 4 meter,” terangnya.

Iswar menambahkan, untuk pembangunan tanggul Kampung Bahari ini ada 51 petak yang harus dibebaskan, saat ini menyisakan sekitar 24 petak warga. ”Kita optimistis bisa segera menuntaskan pembebasan lahan ini,” tandasnya. (zal/aro/ce1)

Latest news

Related news