31 C
Semarang
Minggu, 9 Mei 2021

Veteran Searah, Kariadi Macet

SEMARANG – Pemberlakuan jalan searah di Jalan Veteran dan Jalan Dr Kariadi Semarang, Senin (16/1) kemarin, dinilai gagal total. Pasalnya, perubahan kedua jalan itu hanya menciptakan kemacetan baru di tempat berbeda. Titik kemacetan terjadi di pertigaan Jalan Kariadi hingga traffic light kantor DPD I Partai Golkar Jateng. Selain itu, penumpukan kendaraan juga terjadi di kawasan Taman KB. Arus kendaraan dari arah Jalan Menteri Supeno yang akan belok ke Jalan Taman Menteri Supeno depan SMA Negeri 1 Semarang ”bertabrakan” dengan arus kendaraan dari arah Jalan Pahlawan yang juga akan belok ke Jalan Taman Menteri Supeno.

”Wah ini dibuat jalan searah malah macet parah gini. Sudah harus muter-muter, masih terjebak macet,” keluh Puruhito, 44, warga Kimar, Pandean Lamper, Gayamsari saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di Jalan Menteri Supeno.

Menurut Puruhito, saat ini Jalan Veteran belum perlu dibuat searah. Karena kemacetannya belum begitu parah. Sehingga ia menilai pemberlakuan jalur searah di Jalan Veteran terlalu dipaksakan.

”Macetnya itu bukan karena padat kendaraan. Tapi, karena banyak mobil yang parkir sembarangan. Terutama di samping Polda Jateng itu. Setiap ada apel di Polda, pasti banyak mobil anggota yang diparkir di badan jalan. Saya kira lebih baik menertibkan parkir liar itu dulu ketimbang membuat jalur searah,” katanya.

Seperti diketahui, mulai pukul 09.00 pagi kemarin, Jalan Veteran, Jalan Dr Kariadi dan Jalan Menteri Supeno dibuat searah. Jalan Veteran mulai traffic light Polda Jateng dibuat searah ke barat hingga pertigaan Jalan Dr Kariadi depan warung sate kuda. Jalan Dr Kariadi dibuat searah hingga perempatan Kantor DPD Partai Golkar Jateng, dan berlanjut ke Jalan Menteri Supeno yang juga dibuat searah dari barat ke timur.

Sampai di pertigaan Taman KB, arus kendaraan dari arah Jalan Menteri Supeno dibelokkan ke kiri arah Jalan Taman Menteri Supeno depan SMA Negeri 1. Pun dari Jalan Pahlawan yang masuk Jalan Menteri Supeno tidak boleh lurus ke barat, tapi dibelokkan ke kanan arah Jalan Taman Menteri Supeno.

Pemberlakuan jalan searah tahap dua ini dinilai terlalu dini tanpa sosialisasi terlebih dahulu. Akibatnya, banyak pengendara motor dan mobil yang kebingungan. Penumpukan kendaraan pun tak bisa terelakkan. Mulai sekitar RSUP Dr Kariadi hingga traffic light persimpangan Jalan Kyai Saleh atau Kantor DPD I Partai Golkar Jateng. Apalagi ruas jalan tersebut relatif sempit.

”Kalau bisa kan ada sosialisasi dulu. Satu atau dua hari sebelumnya. Jadi, pengguna jalan tidak gedandapan, dan bisa memilih jalan lain,” keluh pengendara motor, Beni, warga Mugas, Semarang Selatan.

Selain di Jalan Dr Kariadi, penumpukan kendaraan juga terjadi di sepanjang Jalan Menteri Supeno. Kemacetan parah terjadi di simpang Taman KB menuju SMA Negeri 1 Semarang. Di titik ini terjadi pertemuan dua arus kendaraan hingga menimbulkan krodit.

Andre Novianto, warga Sampangan mengaku kecewa dengan pemberlakuan jalan searah yang dinilai dadakan tersebut. Ia sempat terjebak kemacetan cukup lama. Mobil yang dikemudikannya dari Sampangan hendak ke Jalan Erlangga tak bisa bergerak. Ia tertahan di Jalan Menteri Supeno. ”Macet parah, jalan sudah sempit malah dibuat searah dadakan,” keluhnya.

Warga lain, Agus, warga Pleburan mengeluhkan tidak konsistennya aparat Dishub dan Satlantas Polrestabes Semarang. Saat awal berlakunya jalur searah di Jalan Veteran kemarin, ia masih bisa berbelok ke kanan arah Jalan Kyai Saleh depan minimarket Indomaret. Namun pada siang hari, jalan ke arah Kyai Saleh ditutup. Sehingga pengguna jalan harus memutar lewat Jalan Dr Kariadi.

”Warga yang mau belanja ke Indomaret juga susah. Karena jalan depannya yang ke arah Kyai Saleh ditutup portal,” keluhnya.

Praktis, kemarin Jalan Kyai Saleh mulai perempatan kantor DPD I Partai Golkar Jateng hingga Indomaret searah dari utara ke selatan, lalu dibelokkan ke kanan arah Jalan Veteran.

Salah satu pemilik toko kelontong di Jalan Dr Kariadi, Subhan, juga mengeluh akibat pemberlakuan jalan searah, aktivitas jualannya terganggu. Kepadatan arus lalu lintas di depan tokonya membuat pengendara tidak bisa berhenti untuk belanja di tokonya. ”Gak bisa berhenti. Mau berhenti gimana, jalan sudah penuh sesak kendaraan. Kalau begini terus, usaha saya drop,” katanya.

Warga meminta instansi terkait untuk bisa melakukan evaluasi ulang pemberlakuan jalur searah di Jalan Veteran dan Jalan Dr Kariadi. ”Saya menilai pemberlakuan jalan searah ini gagal total. Justru malah menciptakan kemacetan baru. Kembalikan seperti dulu saja. Tersendat sedikit masih wajar,” ujarnya.

Yanto, karyawan sebuah perusahaan di Jalan Veteran mengakui, selama diberlakukan jalan searah, Jalan Veteran menjadi lancar bahkan cenderung lengang. Tak heran, jika banyak pengendara motor yang kemudian memacu kendaraan dengan kencang karena tidak ada kendaraan dari arah berlawanan.

”Itu lihat, pengendara motor begitu lepas dari bangjo Polda Jateng malah nggeber motornya kencang. Ini kan malah bahaya,” kata warga Peterongan, Semarang ini.

Ia sendiri merasa dirugikan, karena jika pulang kerja harus memutar cukup jauh lewat Jalan Dr Kariadi, Jalan Menteri Supeno, Jalan Pahlawan hingga memutar Simpang Lima depan Living Plaza, kembali ke Jalan Pahlawan dan belok kiri Jalan Sriwijaya. Padahal sebelumnya, dari Jalan Veteran bisa lurus hingga Jalan Sriwijaya.

”Bikin repot saja. Padahal sudah 4 tahun kerja di Jalan Veteran, saya nggak mengeluh macet. Wajar kan kalau hanya tersendat, itu pun hanya jam-jam tertentu saja,” ujarnya.

Karena tak ada sosialisasi, kemarin masih ada pengendara motor dan mobil yang melawan arus di Jalan Veteran. Khususnya yang keluar dari gang di sepanjang jalan itu. Misalnya, dari Kampung Gergaji, Balekambang dan Lempongsari. Namun sampai di ujung Jalan Veteran di samping Polda Jateng, mereka terpaksa berbalik arah, karena jalan ditutup oleh aparat Satlantas Polrestabes Semarang.

Selain itu, banyak pengendara motor dan mobil di Jalan Veteran yang memilih jalan pintas lewat Jalan Jogja yang tembus Jalan Dr Kariadi sebelum kantor DPD I Partai Golkar Jateng. Akibatnya, jalan kampung yang melewati Perumahan PT KAI itu menjadi krodit.

Wakasat Lantas Polrestabes Semarang Kompol Sumiarta yang turun di lapangan mengatakan, jalan searah di lokasi tersebut diberlakukan mulai Senin (16/1) tepat pukul 09.00 kemarin. Menurutnya, pemberlakuan ini untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas mengingat volume kendaraan sudah semakin padat.

”Setelah ini diberlakukan nanti akan kita kaji lagi. Bagaimana hasilnya. Nanti juga akan kita tempatkan anggota untuk berjaga di jalan-jalan yang telah dibuat searah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (16/1) kemarin.

Sumiarta menjelaskan, sebelumnya juga telah diberlakukan jalan satu arah di Jalan MT Haryono mulai depan RM Nglaras Rasa ke arah utara sampai bundaran Bubakan. Selain itu, bundaran Taman Menteri Supeno atau Taman KB telah dibuat searah memutar arah jarum jam.

”Tahap satu kemarin sudah lancar. Namun tetap dipantau oleh petugas. Nanti tahap berikutnya Jalan MH Thamrin, Jalan Imam Bonjol, Jalan Gajahmada, dan Jalan Pemuda juga dibuat searah,” katanya.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang, Triwibowo, mengatakan akan melakukan evaluasi lagi setelah jalan-jalan tersebut diberlakukan searah. Hasil evaluasi pemberlakuan jalan searah tahap pertama di Jalan MT Haryono akan dilakukan pembongkaran median jalan.

”Hasilnya cukup baik, sudah lancar. Di Jalan MT Haryono dan bundaran Taman Menteri Supeno sudah bagus. Pelajar juga sudah menaati. Nanti media jalan di mulut simpang Bangkong akan kita bongkar,” katanya. (mha/aro/ce1)

Latest news

Related news