33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

Permenaker, Bule Boleh Jadi Pemandu Karaoke

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

UNGARAN–Untuk dapat mendongkrak pengunjung, pengusaha tempat karaoke dapat mempergunakan Tenaga Kerja Asing (TKA) sebagai pemandu karaoke. Namun para pemandu karaoke asing tersebut, harus memiliki izin terlebih dahulu

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), Soemardjito mengatakan jika hal tersebut memang diperbolehkan. Mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2015 Pasal 53 tentang tatacara penggunaan TKA. Dimana pemandu karaoke diperbolehkan mengunakan TKA.

Melalui Permenaker tersebut, diharapkan dapat mendongkrak pengunjung hiburan karaoke. Adapun ketentuannya setiap TKA pemandu karaoke hanya diberikan izin sekali bekerja di Indonesia. Itupun batas izinnya hanya sampai 6 bulan. “Izin itu tidak boleh diperpanjang. Jadi sekali saja, selanjutnya tidak diperbolehkan. Kalau masih melanggar akan dikenai sanksi,” katanya, Minggu (15/1) kemarin.

Hiburan olah suara tersebut kini terpusat di Kecamatan Bandungan. Dari data Asosiasi Karaoke Bandungan (Akrab), tercatat 40 lebih tempat hiburan karaoke di wilayah tersebut. Namun dari semua tempat karaoke di Bandungan, dari catatan Dinsosnaker tidak ada yang menggunakan TKA sebagai pemandu karaoke. “Saya pernah sidak di tempat karaoke, apakah ada pekerja asing atau tidak. Dan ternyata tidak. Itu saya ambil sampling lima tempat karaoke,” katanya.

Pemandu karaoke di Kabupaten Semarang masih didominasi oleh pekerja lokal. Sebagian lagi dari wilayah lain yaitu luar Kabupaten Semarang. “Dengan adanya Permenaker tersebut, diharapkan pelaku hiburan di Kabupaten Semarang dapat mematuhi,” ujarnya.

Dikatakan Soemardjito, jika Permenaker tersebut ditanggapi secara positif, adanya TKA pemandu karaoke tersebut justru dapat mendongkrak jumlah pengunjung. “Meski begitu, mereka tetap harus mematuhi hukum yang berlaku,” katanya.

Data Dinsosnaker menyebutkan jumlah TKA yang saat ini bekerja di Kabupaten Semarang sebanyak 226 orang. Kesemuanya bekerja di perusahaan, tidak ada satupun yang tercatat bekerja sebagai pemandu karaoke.

Dari jumlah tersebut, mayoritas masih didominasi pekerja asal Korea Selatan yang mencapai 87 orang. Kemudian disusul China dengan 43 orang pekerja, India 25 orang pekerja, Filipina 19 orang pekerja, Taiwan dengan 15 orang pekerja, jerman dengan 13 pekerja.

“Sisanya di bawah sepuluh ada dari Jepang, Malaysia, Amerika,” katanya. Pengawasan tenaga asing memang dilakukan secara ketat oleh Dinsosnaker. Baik itu kepengurusan ijin kerja maupun ijin tempat tinggal.

Kabid Pendataan Orang Asing Dinsosnaker, Mashadi mengatakan pihaknya terus memberikan dorongan agar pihak perusahaan yang mempekerjakan TKA memberikan pelaporan. “Perusahaan wajib melaporkan keberadaan TKA di tempatnya, dan itu ada sanksinya,” katanya.

Dijelaskan Mashadi, saat ini masih banyak perusahaan di Kabupaten Semarang yang mempekerjakan TKA belum memberikan pelaporan. Namun ia tidak menyebutkan secara rinci jumlah perusahaan yang masih bandel, belum melaporkan keberadaan TKA di tempatnya. (ewb/ida)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Panen Tebu Dijual ke Jatim

SEMARANG  - Kesejahteraan para petani tebu di Jateng masih minim. Dewan mulai menggagas rancangan perda tentang rendemen. Ini sebagai salah satu upaya untuk memberikan...

Koramil Ajak Siswa Nonton Merah-Putih Memanggil

MAGELANG–Untuk menanamkan jiwa disiplin dan nasionalisme kepada pelajar, Danramil 11 Mertoyudan Kodim 0705/Magelang, Kapten Arm M. Pitoyo, mengajak ratusan siswa SMK Muhammadiyah 2 Mertoyudan...

Bawa Bakulan Tempo Dulu

MAGELANG – Pameran Magelang Tempo Doeloe (MTD) kembali diselenggarakan 12-14 April mendatang di Alun-alun Kota Magelang. Kegiatan ini sebagai rangkaian acara Hari Jadi ke-1.111...

Cocok untuk Tour de Dieng

WONOSOBO—Menteri Pemuda dan Olahraga RI Imam Nachrawi saat berkunjung ke Wonosobo beberapa waktu lalu, sempat mengungkapkan keinginannya agar ada kegiatan balap sepeda di Dieng....

Ngamar, 8 Pasangan Dirazia

MAGELANG – Sebanyak 16 orang dari delapan pasangan tak resmi terjaring razia penyakit masyarakat (pekat) saat ngamar di hotel kelas melati dan kos-kosan, Jumat,...

Waduk Jragung Masuk Tahap Penyelesaian Amdal

DEMAK-Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Fathan Subchi didampingi anggota DPRD Jateng dari Fraksi PKB Hj Ida Nur Sa’adah dan Ketua DPRD Demak Nurul...