33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Ajak Kader Tangkal Gerakan Radikal

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Ketua Umum DPP PPP Romahurmuzy meminta semua kader untuk terlibat aktif dalam menangkal gerakan radikalisme. Identitas politik PPP yang berlandaskan Islam, harus mengutamakan sikap santun dan beradab. Hal itu juga sudah dicontohkan para ulama dan pendiri bangsa Indonesia.

”PPP kalau menjadikan Islam dijadikan asas, maka politik identitas kita harus menguatkannya,” katanya saat memberikan pengarahan dalam Pengukuhan Pengurus DPW PPP Jateng dan DPC PPP Kabupaten/Kota se Jateng, di Hotel Patra Jasa, Minggu (15/1).

Romi menyayangkan kondisi sosial beberapa waktu terakhir ini di Indonesia. Menurutnya, sejumlah kelompok mudah melakukan tindakan menghakimi orang lain yang berbeda kelompok dan beda agama. Padahal, Indonesia yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu, damai dengan keberagamaan tersebut. ”Kok hari ini ada yang menghakimi keagamaan orang, ya. Artinya, dia sudah mengambil alih kewenangan Allah yang baru akan menghakimi tiap orang di akhir zaman nanti,” ungkapnya.

Nabi saja, lanjutnya, tidak pernah marah. Padahal agamanya sekarang dianut lebih dari satu miliar orang di dunia. Mengenai Pilgub 2018, pihaknya siap bekerja sama dengan pemerintah daerah sepanjang indeks makro kesejahteraan di daerah setempat ada peningkatan.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo yang hadir dalam pengukuhan pengurus tersebut mengungkapkan, PPP banyak dihuni tokoh masyarakat dan kiai. Praktis, dia menggadang-gadang, PPP bisa menjadi partai yang mampu bertahan untuk berjalan sesuai identitas politiknya.

Orang nomor satu di Jateng ini meminta, setelah para pengurus DPW dan DPC PPP se-Jateng dilantik, bisa menjadi corong aspirasi. Selain itu, parpol harus mampu mendidik kadernya dengan baik. ”Kalau parpol nggak punya kader, berarti parpol telah gagal. Setelah pengurus dilantik, saya harap programnya jangan hanya untuk kepentingan partai saja, tapi juga untuk rakyat,” katanya.

Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsurie mengatakan, adanya pelantikan ini seolah menjadi semangat baru, setelah adanya persoalan internal dalam dua tahun terakhir. Menurutnya, jika konflik internal terus berlanjut, maka justru akan ditinggal oleh partai lain.

Dijelaskan, menjelang pelantikan, pihaknya sudah melaksanakan program sekolah demokrasi, yang melibatkan para mahasiswa. Kegiatan ini melibatkan para tokoh partai, dosen di perguruan tinggi. Tujuannya untuk memberikan pemahaman tentang politik berasaskan Islam dan demokrasi yang baik.

”Ada 50 peserta yang ikut. Sekolah demokrasi ini agar pemahaman politik dan demokrasi anak muda bisa secara utuh. Setelah lulus, mereka akan dapat sertifikat, jadi pengurus DPC PPP dan kelak akan jadi pemimpin,” katanya.

Terkait persiapan Pilkada 2017, Pilgub 2018, dan Pemilu 2019, Masruhan menegaskan, pihaknya sudah melakukan konsolidasi. Untuk Pemilu 2019, ia yakin PPP Jateng mampu menduduki tiga besar. (amh/ric/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Segera Realisasikan Tlogo Park

SEMARANG - Pemprov Jateng berencana mengalihkan objek wisata Jateng Park dari Wanawisata Penggaron, Susukan, ke Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang. Pertimbangannya, lahan di Tlogo merupakan...

Seorang Pemuda Tewas Gantung Diri

KEBUMEN - Polres Kebumen kembali tangani kasus gantung diri. Kali ini kasus gantung diri menggemparkan Desa Purwoharjo Kecamatan Puring Kebumen, Selasa (22/8) sore. Sardi,...

Istri Petugas Damkar Tewas Terbakar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Malang benar nasib Sri Rahayu, 38, istri dari anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Magelang Bejo Mulyono. Warga Kampung Tidar Campur RT...

Ekonomi Kreatif Menggeliat

Ariep Jeep (tengah) bersama montir memasang bumper mobil Toyota FJ 40 di bengkel usahanya di Jalan Karangrejo, Kota Semarang, kemarin. Ariep menekuni usaha jual...

Ketua DPRD Kota Semarang Apresiasi Tingkat Partisipasi Masyarakat Tinggi dan Kondusif

Kita tingkatkan partisipasi dan jaga kondusifitas sehingga demokrasi yang telah ditata bersama tidak tercoreng isu negatif. Apalagi yang dapat memecah belah bangsa. H Supriyadi, S.Sos....

Wardah Tahan Goda

Oleh: Dahlan Iskan Masuknya anak-anak muda ke  Wardah seperti bara yang disiram bensin. Baranya sudah menganga. Siap menyala. Begitu ditumpahi bensin tahulah hasilnya. Bu Nurhayati bukan tipe...