31 C
Semarang
Minggu, 9 Mei 2021

Setiap Touring Bawa Mekanik Andal

Para penggemar mobil jadul atau retro Kota Lunpia tergabung dalam Komunitas Retrocar Semarang. Mereka kerap menggelar touring dan bakti sosial. Seperti apa?

M. HARIYANTO

KOMUNITAS Retrocar Semarang dibentuk pada 2010 lalu. Awalnya, mereka sama-sama nongkrong dengan mobil tua. Hingga akhirnya tercetus untuk membentuk komunitas otomotif.

”Awalnya kami kumpul-kumpul di Jalan Pahlawan. Dulu ada 60 anggota yang teregistrasi. Namun setelah kita registrasi ulang, yang aktif hanya 35 anggota,” ungkap Ketua Retrocar Semarang, Evan Surya, saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (15/1).

Evan menjelaskan, anggota Komunitas Retrocar Semarang berasal dari semua kalangan. Mulai PNS, mahasiswa, hingga karyawan swasta. Setiap anggota diminta untuk aktif dalam kegiatan komunitas. Misalnya, kegiatan bakti sosial dan touring.

Kegiatan bakti sosial yang dilakukan bertujuan untuk kemanusiaan. Seperti bakti sosial ke Panti Asuhan baik di Kota Semarang, maupun luar kota seperti Demak. Kegiatan ini sudah menjadi kalender tetap setiap tahunnya. ”Kalau bulan puasa kita juga menggelar buka dan sahur bersama,” jelasnya.

Ditambahkan, di Komunitas Retrocar Semarang, ada kriteria batasan tahun pembuatan mobil. Regulasi di komunitas ini adalah mobil keluaran 1980 sampai 1987. Namun juga tidak ditolak, mereka yang memiliki mobil tua namun sanggup melakukan perjalanan jauh hingga lintas provinsi.

”Ke wilayah barat kita sudah pernah touring hingga Jawa Barat dan Bukittinggi Sumatera Barat sekitar Agustus 2016 lalu. Kalau ke wilayah timur kita sudah sampai Bali, bahkan sampai dua kali pada 2014 dan 2016,” katanya bangga.

Menurut Evan, kegiatan touring yang diikuti anggota Komunitas Retrocar Semarang tidak asal-asalan. Mengingat kondisi mobil yang sudah berusia tua, maka harus dilakukan persiapan matang. Khususnya, kesiapan kelaikan jalan mobil tersebut.

”Kalau ngomongin touring, kita harus lakukan persiapan yang matang. Maklum mobil tua. Kita akan cek dulu mesin, layak berangkat atau tidak. Kalau tidak layak, ya lebih baik nebeng sama temen,” terangnya.

Selain itu, komunitas ini juga selalu mempersiapkan peralatan bengkel, serta mengajak mekanik andal yang sudah menjadi kepercayaan. Hal ini untuk mengantisipasi adanya kendala selama perjalanan touring.

”Biasanya setiap tiga jam sekali kita harus berhenti untuk ngademkan mesin. Istirahat 30 sampai 60 menit kita jalan lagi,” katanya.

Komunitas ini selalu ditekankan untuk lebih mengedepankan persaudaraan. Setiap kali touring, jika ada satu mobil mogok, maka mobil lainnya berhenti. ”Pas touring ke Bali lalu, sampai Jember ada satu mobil mogok di jalan. Karena sudah tidak bisa diperbaiki ya akhirnya satu-satunya jalan kita tinggal di salah satu rumah penduduk. Setelah dari Denpasar mobil itu kita naikkan truk. Kita kawal terus sampai Semarang,” kenangnya.

Komunitas Retrocar Semarang selalu berkumpul setiap Jumat mulai pukul 21.00 hingga 00.00. Dua tempat favorit yakni di Mugas dan angkringan Tugu Muda. ”Setiap kumpul bareng kita sharing soal mobil dan perawatannya. Termasuk tukar informasi dalam mencari onderdil dan lain sebagainya,” jelasnya.

Rencananya, pada 15 April 2017 mendatang, komunitas ini akan mengadakan event nasional dengan mengundang komunitas mobil retro di Indonesia, termasuk dari luar negeri, seperti Malaysia, Thailand, dan Brunai Darussalam. ”Kegiatan ini akan kita gelar di PRPP Jateng. Targetnya 1.500 peserta,” katanya. (*/aro/ce1)

Latest news

Related news