Beranda Berita Permenaker, Bule Boleh Jadi Pemandu Karaoke

Permenaker, Bule Boleh Jadi Pemandu Karaoke

Others

UNGARAN–Untuk dapat mendongkrak pengunjung, pengusaha tempat karaoke dapat mempergunakan Tenaga Kerja Asing (TKA) sebagai pemandu karaoke. Namun para pemandu karaoke asing tersebut, harus memiliki izin terlebih dahulu

Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker), Soemardjito mengatakan jika hal tersebut memang diperbolehkan. Mengacu pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2015 Pasal 53 tentang tatacara penggunaan TKA. Dimana pemandu karaoke diperbolehkan mengunakan TKA.

Melalui Permenaker tersebut, diharapkan dapat mendongkrak pengunjung hiburan karaoke. Adapun ketentuannya setiap TKA pemandu karaoke hanya diberikan izin sekali bekerja di Indonesia. Itupun batas izinnya hanya sampai 6 bulan. “Izin itu tidak boleh diperpanjang. Jadi sekali saja, selanjutnya tidak diperbolehkan. Kalau masih melanggar akan dikenai sanksi,” katanya, Minggu (15/1) kemarin.

Hiburan olah suara tersebut kini terpusat di Kecamatan Bandungan. Dari data Asosiasi Karaoke Bandungan (Akrab), tercatat 40 lebih tempat hiburan karaoke di wilayah tersebut. Namun dari semua tempat karaoke di Bandungan, dari catatan Dinsosnaker tidak ada yang menggunakan TKA sebagai pemandu karaoke. “Saya pernah sidak di tempat karaoke, apakah ada pekerja asing atau tidak. Dan ternyata tidak. Itu saya ambil sampling lima tempat karaoke,” katanya.

Pemandu karaoke di Kabupaten Semarang masih didominasi oleh pekerja lokal. Sebagian lagi dari wilayah lain yaitu luar Kabupaten Semarang. “Dengan adanya Permenaker tersebut, diharapkan pelaku hiburan di Kabupaten Semarang dapat mematuhi,” ujarnya.

Dikatakan Soemardjito, jika Permenaker tersebut ditanggapi secara positif, adanya TKA pemandu karaoke tersebut justru dapat mendongkrak jumlah pengunjung. “Meski begitu, mereka tetap harus mematuhi hukum yang berlaku,” katanya.

Data Dinsosnaker menyebutkan jumlah TKA yang saat ini bekerja di Kabupaten Semarang sebanyak 226 orang. Kesemuanya bekerja di perusahaan, tidak ada satupun yang tercatat bekerja sebagai pemandu karaoke.

Dari jumlah tersebut, mayoritas masih didominasi pekerja asal Korea Selatan yang mencapai 87 orang. Kemudian disusul China dengan 43 orang pekerja, India 25 orang pekerja, Filipina 19 orang pekerja, Taiwan dengan 15 orang pekerja, jerman dengan 13 pekerja.

“Sisanya di bawah sepuluh ada dari Jepang, Malaysia, Amerika,” katanya. Pengawasan tenaga asing memang dilakukan secara ketat oleh Dinsosnaker. Baik itu kepengurusan ijin kerja maupun ijin tempat tinggal.

Kabid Pendataan Orang Asing Dinsosnaker, Mashadi mengatakan pihaknya terus memberikan dorongan agar pihak perusahaan yang mempekerjakan TKA memberikan pelaporan. “Perusahaan wajib melaporkan keberadaan TKA di tempatnya, dan itu ada sanksinya,” katanya.

Dijelaskan Mashadi, saat ini masih banyak perusahaan di Kabupaten Semarang yang mempekerjakan TKA belum memberikan pelaporan. Namun ia tidak menyebutkan secara rinci jumlah perusahaan yang masih bandel, belum melaporkan keberadaan TKA di tempatnya. (ewb/ida)

Stay Connected

12,295FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Tesla Halmahera

Related News