31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Warga Salatiga Rasakan Gempa

SALATIGA – Angin puting beliung melanda Kota Salatiga, Minggu (15/1) dini hari. Imbasnya, puluhan pohon dan tiang listrik maupun telepon ambruk. Sejumlah rumah warga rusak, sebagian besar di bagian atap. Sejumlah warga Salatiga kemarin juga merasakan gempa.

Angin kencang mulai terasa sekitar pukul 00.00 WIB. Semakin lama, angin makin terasa kencang dan puncaknya sekitar pukul 01.00 WIB. Cukup lama hembusan angin kencang ini dan berakhir sekitar pukul 02.30 WIB. “Cukup kencang dan suaranya menakutkan,” jelas Aris, 42, warga Mangunsari, kemarin siang.

Ia yang tengah berjaga malam langsung waspada dengan kondisi tersebut, mengingat di sekitarnya banyak pohon tinggi. Tidak salah, pepohonan bambu yang berada tidak jauh dari lokasi ia berjaga banyak yang tumbang.

Sejumlah pohon tumbang juga diketahui terjadi. Mulai dari dekat kantor wali kota, Jangkungan, Grogol, Nanggulan, hingga Tingkir.

Kerugian terparah dialami Ny Ruji, 54, warga RT 01 RW 05 Bancakan Tengah. Rumah semipermanen yang ditinggalinya rata dengan tanah akibat diterjang kencangnya hembusan angin. Pagi harinya, warga langsung bahu membahu membersihkan lokasi.

Sekitar pukul 09.59 WIB, warga juga dikejutkan dengan goncangan bumi yang terasa di wilayah selatan kota Salatiga. Belakangan dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang beredar di media daring diketahui, terjadi gempa ringan dengan kekuatan 2,6 skala richter yang berpusat di 8 kilometer barat daya kota Salatiga dengan kedalaman dua kilometer.

Bagas, 31, warga perum Kecandran Sidomukti kaget karena meja dan tanah yang dipijaknya bergetar. Hanya saja ia belum yakin dengan adanya gempa dan baru tahu setelah ada pengumuman dari BMKG yang dibagikan netizen mengenai gempa yang terjadi.

“Gempa terasa lumayan kencang karena tanah bergetar beberapa saat. Saya awalnya tidak yakin, namun ternyata banyak yang merasakan dan memang benar ada gema bumi,” jelas Bagas. (sas/ton)

Latest news

Related news