31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Pengerjaan Tunggu Kepadatan Tanah

SEMARANG – Pengerjaan konstruksi Bandara Ahmad Yani Semarang tengah menunggu kepadatan urukan tanah. Praktis, proyek tengah mengendur dan tidak bisa dipercepat. Meski begitu, PT Angkasa Pura I optimistis, pada 2018 mendatang Bandara New Ahmad Yani siap dioperasikan.

Sekretaris Proyek PT Angkasa Pura I, Agung Wirama menjelaskan, pemadatan tanah ini merupakan rangkaian dari pengerjaan konstruksi Paket I. Yaitu lahan parkir dan akses masuk bandara yang progresnya sudah cukup signifikan. “Tanah urukan memang harus ditunggu sampai padat atau terjadi penurunan tanah lagi. Biar stabil. Kira-kira April dipastikan sudah klir,” ucapnya, Minggu (15/1).

Untuk akses masuk, pihaknya tengah membahas dengan Pemkot Semarang sebagai pemilik lahan. Hingga saat ini, PT Angkasa Pura I dan Pemkot Semarang belum menemukan titik temu terkait pengelolaan jalan.

PT Angkasa Pura I (Persero) Danang S Baskoro mengaku telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Bina Marga Jateng dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dia pun membuat analisis dampak lalu lintas (Andalalin) yang nantinya akan dijadikan sebagai acuan evaluasi dan pembuatan feasibility study (FS) atau studi kelayakan, serta detail engineering design (DED) akses jalan tersebut.

Akses tersebut juga terkendala bangunan sekolah dan beberapa restoran yang aksesnya menggunakan jalan yang sama. Karena itu, harus ada kesepakatan dengan para pemiliknya.

Sampai saat ini, progres Paket I yang menelan investasi Rp 1,942 triliun ini sudah mencapai 74,512 persen. Sementara Paket II, yaitu pembangunan apron dan taxiway, sudah mencapai 100 persen, sejak 28 Juli 2016 silam. Hanya saja, kata Wirama, Paket dengan investasi Rp 286,4 miliar ini masih perlu sentuhan untuk finishing. Seperti pengecatan marka dan perawatan saluran air.

Mengenai Paket III yaitu pembangunan terminal dan IV bangunan penunjang dan lanskap sekitar, Wirama mengaku belum ada progres. Saat ini, Paket ini tengah memasuki proses lelang. ”Diharapkan Februari sudah selesai agar Maret bisa mulai pengerjaan. Kalau Paket IV masih pematangan desain untuk kemudian masuk proses lelang,” bebernya.

Pimpinan Proyek (Pimpro) PT Angkasa Pura I, Toni Alam menjelaskan, tingginya curah hujan di awal tahun ini sudah tidak mengganggu proses pengerjaan. Sebab, akses masuk ke bandara sudah mulus. Praktis, bagaimana pun cuacanya, material bisa masuk tanpa kendala. ”Hanya saja, ketika mendung pekat atau terjadi hujan deras, pengerjaan tetap dihentikan. Semua pekerja ditarik untuk menghindari kecelakaan kerja atau tersambar petir,” katanya. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news