31 C
Semarang
Selasa, 18 Mei 2021

Disukai Karena Lebih Awet

Kehadiran buket bunga masih menjadi pilihan dalam menyampaikan ragam ucapan. Selain bunga hidup, buket bunga berbahan kertas atau paper flower belakangan banyak digunakan.

“Bunganya lebih awet. Jadi bisa dipajang atau disimpan lebih lama. Begitu juga dengan pemilihan jenis bunga, perangkaian maupun pengemasannya kita bisa minta sesuaikan,” ujar Vina, salah seorang pelanggan yang pernah memesan buket bunga berbahan kertas yang diberikan sebagai ucapan selamat wisuda pada salah seorang sahabat.

Salah seorang perajin paper flower, Luthfia Faridatul Hanum mengungkapkan, buket bunga ini mulai booming di Semarang pada pertengahan 2016 lalu. Ia bersama sejumlah rekan pun ikut menekuni berawal dari sekedar iseng membuat buket bunga kertas untuk diberikan pada teman-teman yang wisuda. “Belajar bikinnya juga otodidak, hasil nonton di youtube,” ujar mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan Undip ini.

Buket bunga tersebut lantas diunggah ke sosial media. Hasilnya banyak yang tertarik dan memesan. Melihat peluang ini, ia bersama beberapa rekan pun mulai menekuni di sela kegiatan perkuliahan.

“Ramai pesanan biasanya saat jelang wisuda. Seminggu sebelumnya kami sudah adakan open order. Selain itu ada juga yang memesan untuk ulang tahun, anniversary maupun buket untuk pernikahan,” ujar salah seorang pemilik Anthat Flower ini.

Jenis bunga yang dipesan kebanyakan jenis Kusudama dan Mawar. Selain bentuknya yang cantik, warna pun bisa dipesan sesuai selera. Mulai dari Kusudama berwarna peach, hingga mawar berwarna maroon dan gold. Begitu juga dengan pengemasan. Kreasi cover bunga dibuat kekinian dengan dibubuhi pita, tali maupun ditata dalam kotak cantik.

“Kita juga senang kalau ada customer yang pesan diluar dari yang biasanya kita bikin. Seperti ukuran bunga, warna, penataan maupun lainnya. Ya agak lebih susah dan ribet, tapi jadi ada pengalaman dan nambah kreativitas,” ujarnya. (dna/ric)

Latest news

Related news