33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Sarang Pelacuran Penundan dan Banyuputih Ditutup

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BATANG-Dua pangkalan truk yang menjadi sarang pelacuran di Banyuputih dan Penundan atau jalur Pantura Batang, resmi ditutup oleh petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Batang, Dinas Perhubungan dan Polsek Limpung, Jumat (13/1) kemarin. Setelah beberapa waktu yang lalu membongkar seluruh warung remang-remang yang ada di Dukuh Jentolsari, Desa Surodadi, Kecamatan Gringsing.

Tim gabungan melaksanakan tahap awal penertiban lokalisasi dengan memasang spanduk yang bertuliskan “Pangkalan Truk Ini Ditutup, akan digunakan untuk perencanaan pembangunan kantor Polsek dan Puskesmas Banyuputih“.

Sedangkan dari Satpol PP memasang spanduk yang bertuliskan tentang Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 tentang perubahan atas Perda Kabupaten Batang nomor 6 tahun 2011 tentang pemberantasan pelacuran di wilayah Kabupaten Batang.

Kepala Dishubkominfo Kabupaten Batang Wahyu Budi Santoso, mengatakan, dengan dilaksanakannya pemasangan spanduk yang bertuliskan pangkalan truk ini ditutup, tujuannya adalah akan dialihfungsikan sebagai kantor Polsek dan pembangunan Puskesmas. “Tahap awal kami memasang spanduk pengumuman sebelum dilakukan penertiban pangkalan truk yang selama ini diduga ada prostitusi terselubung,” tutur Wahyu.

Setelah pemasangan spanduk, nantinya akan dilaksanakan penertiban dari tim pemberantasan prostitusi Kabupaten Batang, yang dibagi menjadi 4 bidang, yakni bidang sosialisasi, pendataan, penindakan dan rehabilitasi. Sedangkan untuk Dishubkominfo sendiri masuk bidang sosialisasi dan rehabilitasi.

Selain memasang spanduk, dilakukan pula sosialisasi rencana penutupannya. Selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan pemutusan kontrak di tempat-tempat yang digunakan untuk prostitusi. Rencana ke depan sesuai dengan tata ruang, untuk bekas pangkalan truk di Banyuputih yang seluas 1,8 hektare akan didirikan Puskesmas dan Kantor Polsek Banyuputih. Sedangkan bekas lahan pangkalan truk Penundan seluas 1,1 hektare akan dibuat rest area.

“Kami berharap bisa segera ditindaklanjuti dengan program-program pembangunan. Nantinya, sesuai rencana akan dibangun untuk jalur hijau dan rest area. Dan penutupan ini bisa dilakukan secara berkesinambungan, yakni beberapa bulan ke depan ini sudah menjadi bersih,” tegasnya.

Sementara itu, Dra Suresmi selaku Kasatpol PP, mengatakan, pemasangan spanduk penutupan dan spanduk bertuliskan Perda nomor 4 tahun 2015 ini dalam rangka penutupan lokalisasi terselubung. Dengan menggunakan pendekatan persuasif di pangkalan truk, diharapkan tidak ada permasalahan. Selain memasang spanduk, juga memasang pintu masuk dengan tong maupun drum. “Rencana penutupan dua lokasi ini, sudah sesuai dengan Perda. Selanjutnya, kami melarang truk masuk dan parkir disini lagi,” ujarnya.

Selanjutnya secara bertahap, Satpol bersama Dishub akan mensosialisasikan kepada pemilik warung maupun penghuni untuk pindah. Karena lahan tersebut akan dikembalikan kepada Dinas Perhubungan selaku pemilik lahan. Namun perlu waktu dan tidak serta merta menutup begitu saja.

“Untuk penutupan secara frontal, butuh waktu dan pendekatan persuasif manusiawi kepada pemilik warung maupun PSK agar meninggalkan are di dua lokasi tersebut,” kata kepala Satpol PP perempuan yang baru dilantik ini.

Namun ketika ditanya tentang lokasi parkir truk pengganti, belum ada yang bisa menjawabnya. Sebagaimana yang dikeluhkan oleh salah satu sopir truk, Mujiyanto. Dirinya berserta rekan-rekan sopir truk lain menganggap penutupan pangkalan, karena tidak bisa memecahkan masalah, tetapi menimbulkan masalah baru yang lebih kompleks. “Jika truk dilarang masuk pangkalan, terus mau parkir di mana? Padahal daerah Batang adalah titik jenuh perjalanan darat di jalur Pantura,” sesalnya.

Menurutnya, dengan tidak ada lokasi parkir yang strategis, dikhawatirkan para sopir akan parkir sembarangan di pinggir jalan untuk beristirahat. Yang tentunya semakin banyak, akan membahayakan pengguna jalan lainnya. Hal tersebut terbukti, dalam pantauan baru 2 jam setelah penutupan, puluhan truk telah berjajar parkir di tepi jalan untuk beristirahat.

Sedangkan Pengurus lokalisasi Penundan Yanto, pasrah dengan peraturan tersebut dan mengimbau warganya untuk tetap tenang. “Saya cuma bisa mengimbau agar warga tenang dan menunggu solusi dari pemerintah terhadap nasib kami,” ujarnya. (han/mg20/ida)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ruas Demak Semarang Terendam 

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Banjir yang melanda Kecamatan Sayung menyebabkan air melimpas di jalan raya Pantura, tepatnya di wilayah Desa Sriwulan. Di daerah perbatasan Demak-Semarang itu kendaraan...

Nasabah Tagih Uang Tabungan

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG - Masalah keuangan di Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Pringsurat Temanggung kembali mencuat. Puluhan nasabah mendatangi Kantor Pusat PD BKK...

Belum Setahun Dibangun, Jalan Sudah Rusak

KAJEN-Jalan utama yang menghubungkan Desa Wonokerto Kulon dan Wonokerto Wetan, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, kondisinya sudah rusak parah. Padahal jalan tersebut belum ada setahun...

TPS Pilkades Roboh, Pemilih Berhamburan

BANJARNEGARA -- Suasana pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Karangkobar Kabupaten Banjarnegara, Kamis (30/11) siang, tiba-tiba kacau. Hujan deras dan angin kencang yang terjadi...

Bangun Religiusitas Pelajar di Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - SEIRING derap lajunya arus informasi, komunikasi, dan berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat pada zaman now dewasa ini. Muncullah berbagai gejolak yang...

Tiga Nama Ramaikan Musorkot KONI

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Rabu (27/12) ini, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Salatiga menggelar Musyawarah Kota (Musorkot) untuk mencari ketua baru periode 2018 –...