33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Ngefly Pakai Obat Batuk, 2 Pemuda Diamankan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

PEKALONGAN-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan mengamankan dua pemuda yang dalam kondisi setengah sadar dan nyaris teler, di Bong Cino, Kamis malam (12/1) kemarin. Keduanya ditemukan telah mengonsumsi beberapa sachet obat batuk dengan dosis berlebihan sehingga mereka fly.

Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP, Sapto, menyampaikan bahwa kedua pemuda yang diketahui berusia 17 dan 18 tahun tersebut merupakan warga Karangdadap, Kabupaten Pekalongan. Meskipun kasus pemuda mengonsumsi obat batuk baru pertama kali ditemukan, namun disinyalir ini sudah menjadi tren baru pemuda. Pasalnya saat operasi, timnya menemukan banyak bungkus obat batuk di daerah tersebut. “Kami sering menemukan di daerah Bong Cino banyak bungkus-bungkus obat batuk berceceran,” terangnya.

Berdasarkan pengakuan kedua pemuda tersebut, ternyata sudah terbiasa mengonsumsi obat batuk untuk mendapatkan efek tak sadarkan diri. Mereka bisa menghabiskan 5 hingga 7 sachet dalam satu waktu. Alasan mereka memilih obat batuk, karena harganya murah dan dijual di pasaran. Satu kardus berisi 30 sachet bisa didapatkan dengan harga Rp 25.000.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, dr Tuti Widayanti, menjelaskan bahwa efek samping obat batuk memang bisa membuat orang ngantuk. Sedangkan dengan dosis tinggi, bisa membuat orang tersebut mabuk. Karena dalam obat batuk mengandung dextromethorpan yang tercampur di obat tersebut. Fungsi utamanya adalah untuk anti alergi, namun kalau disalahgunakan hasilnya fly dan mabuk. “Jika terus menerus mengonsumsi berlebihan, akan mengakibatkan kematian,” imbuhnya.

Lanjutnya, obat batuk tersebut ada yang dijual bebas dan harus sesuai resep dokter atau hanya bisa ditemui di apotik. “Di kemasannya itu ada tanda hijau dan biru. Kalau hijau bebas dikonsumsi siapapun, namun yang biru harus sesuai dokter,” ungkapnya.

Selain pemuda dengan obat batuk, dalam operasi Satpol PP tersebut ditemukan dua pemuda lain yang sedang mabuk dengan minuman keras jenis ciu dan mengonsumsi pil dextro. (tin/ida)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Atlet Paragames Ikuti SBMPTN

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Empat penyandang disabilitas mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Sub Panlok Magelang, Selasa (8/5). Salah satu penyandang disabilitas...

Tingkatkan Eksistensi Produk Lokal

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang terus berupaya mendorong keberadaan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satu rangsangan yang diberikan adalah melalui pameran...

Hendi Motivasi Transmigran di Kayong Utara

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (27/9), bertolak ke Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, untuk bertemu dengan para transmigran yang berasal dari Kota...

Angkat Batik Semarangan Agar Tak Tertinggal

SEMARANG – Keberadaan Batik Semarangan hingga kini terbilang stagnan. Konsumen batik lebih mengenal Batik Lasem, Solo, Pekalongan dan Jogjakarta. Meski sebetulnya Batik Semarangan memiliki...

Latih Berinfak Sejak Dini

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG -  Lembaga Amal Zakat Infaq Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kota Magelang mengadakan sosialisasi program Kencleng Filantropis Cilik (KFC) di TK Aisyiyah 1 Kota...

Tak Sepakat Besaran Ganti Rugi Pembebasan Tanah

RADARSEMARANG.COM - Ibu Dini S Purwono yang saya hormati. Dalam proyek tol, ada warga yang belum sepakat dengan besaran ganti rugi sehingga menolak...