31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Dagang Bakso Nyambi Jual Togel

BATANG-Maksud hati menawarkan semangkuk bakso pada polisi, Wakhid, 65, warga Desa Banjiran Kecamatan Warungasem malah dikeler polisi ke Mapolsek Warungasem.

Kejadian itu bermula ketika sedang asyik berjualan bakso, Wakhid nyambi mengecer kupon judi toto gelap (togel). Sialnya, bisnis sampingan Wakhid itu ketahuan polisi. Alhasil, Wakhid yang tiap hari mangkal di depan Pos Kampling pinggir Desa Banjiran, Kecamatan Warungasem itu harus menjalani hukuman. Rupanya, selain setiap harinya berjualan bakso, Wakhid nyambi mengecer kupon judi togel tiap malam. “Wakhid terpaksa kami amankan di Mapolsek Warungasem, karena berjualan kupon togel sembari menjajakan baksonya,” tutur Kapolsek Warungasem AKP Sumantri.

Pria paruh baya tersebut dibekuk polisi ketika meladeni beberapa pemuda yang hendak membeli togel. Namun Wakhid tak menyadari, ada polisi berpakaian preman yang sudah nyanggong di dekat gerobak baksonya. Polisi menyamar hendak membeli bakso. Bahkan, Wakhid sempat menawarkan bakso pada polisi yang sedang menyamar itu.

“Untuk menangkapnya, polisi harus menyamar menjadi pembeli bakso. Sehingga Wakhid tidak tahu kalau yang membeli bakso tersebut adalah polisi. Wakhid sempat menawari bakso sebelum ditangkap,” katanya.

Dikatakannya, penangkapan tersebut dilakukan setelah ada laporan warga yang merasa resah karena adanya penjualan togel di wilayah tersebut. Maklum, Desa Banjiran, Kecamatan Warungasem dikenal sebagai serambi Makkahnya Kabupaten Batang. Sehingga masyarakat tidak ingin kampungnya jadi sarang perjudian.

Wakhid sendiri mengaku terpaksa berjualan kupon togel untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Maklum, sekarang ini kebutuhan hidup meningkat seiring naiknya harga harga. “Selain menangkap pelaku, kami juga menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 238.000 dan 16 lembar sobekan kertas pembelian togel. Dia kami dengan pasal 303 KUH tentang perjudian,” pungkas Kapolsek. (mg20/ida)

Latest news

Related news