31 C
Semarang
Minggu, 9 Mei 2021

Putus Cinta, Gantung Diri

UNGARAN-Sungguh nekat apa yang dilakukan Septian Dwi Arya Saputro, warga Kelurahan Gedanganak, Kecamatan Ungaran Timur ini. Diduga karena putus cinta, pemuda 23 tahun ini nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamarnya. Peristiwa tersebut kali pertama diketahui oleh keponakan korban, Anggi, 13, pada Jumat (13/1) sekitar pukul 13.00 kemarin.

Saat itu, Anggi baru pulang sekolah. Ia melihat kamar korban yang masih tertutup sejak pagi. “Tidak biasanya kamarnya ditutup, dan itu seharian hingga siang hari,” ujar Anggi.

Merasa penasaran, Anggi lantas membuka pintu kamar yang kebetulan tidak terkunci dari dalam. Betapa kagetnya Anggi ketika melihat mayat korban yang sudah tergantung di dalam kamarnya. Septian melakukan aksi nekatnya menggunakan tali jemuran yang diikat di kayu yang melintang di atas kamarnya.

Tak kuasa melihat kondisi Septian, Anggi pun langsung berteriak. Teriakan Anggi didengar oleh warga dan keluarganya. Mereka langsung berhamburan menuju kamar Septian. Saat dicek, korban sudah tidak bernyawa. “Wajahnya sudah membiru,” katanya.

Baru kali pertama melihat orang gantung diri, membuat Anggi shock. Saat mayat korban dievakuasi, Anggi terlihat masih gemetaran. Seketika, rumah Septian yang berada di Jalan Bangka tersebut dipenuhi warga. Septian merupakan pemuda sebatangkara. Ia tinggal bersama pamannya. Sehari-hari korban bekerja sebagai karyawan di sebuah kafe kopi klothok di Ungaran.

Tak lama, petugas dari Polsek Ungaran datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Mayat korban langsung dievakuasi oleh pihak kepolisian dan segera dibawa ke RSUD Ungaran untuk divisum.

Kapolsek Ungaran Kompol Muh Aslam mengatakan, dari hasil identifikasi, tidak ditemukan bekas penganiayaan di tubuh korban. Hanya bekas sayatan dari benda tajam di bagian urat nadi tangan sebelah kanan.

Diduga, sebelumnya korban juga mencoba melakukan bunuh diri dengan menyayat urat nadi di tangannya. “Mungkin karena merasa sakit, korban langsung mengambil tali jemuran di depan rumahnya untuk gantung diri,” ujarnya.

Dijelaskan Aslam, dari keterangan keluarga korban tidak ada permasalahan yang membelit Dwi. Namun kabarnya korban frustasi lantaran putus cinta. “Usai diidentifikasi mayat korban langsung dikembalikan ke keluarga untuk dimakamkan,” katanya. (ewb/aro)

Latest news

Related news