33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Pemerintah Didesak Pro Petani Tembakau

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – DPRD Jateng menganggap tuntutan yang diajukan Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng yang menolak kebijakan impor tembakau tergolong wajar. Dalam menyikapinya, pemerintah pusat diminta memiliki kebijakan yang pro petani tembakau lokal, seperti mengesahkan undang-undang (UU) yang melindungi petani tembakau.

”Pajak impor untuk tembakau pun harus ditinggikan, termasuk bea masuknya. Dengan demikian harga produksi petani lokal tidak jatuh karena harga tembakau impor jauh lebih murah,” kata anggota Komisi B DPRD Jateng, Dede Indra Permana. Dia menambahkan, menaikkan tarif bea cukai impor juga akan lebih menguntungkan negara.

Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta pemerintah mempermudah akses petani tembakau. Di antaranya akses lahan, seperti pemanfaatan lahan pemerintah yang bisa digunakan untuk menanam tembakau guna meningkatkan produktivitas lokal.

Hal lain yang mendukung kualitas tembakau lokal, yakni petani tembakau diberikan pelatihan dan pendampingan agar kualtas produksi tembakau tak kalah bersaing dengan produk impor. Hal itu juga bisa dilaksanakan dengan menggandeng langsung perusahaan yang menggunakan bahan dasar tembakau seperti produsen rokok untuk melakukan coaching clinic.

”Saya sangat setuju jika warisan budaya mengenai kretek tetap dijaga. Karena sekarang marak sekali rokok elektrik yang menjadi gaya hidup anak muda. Cairan bahan baku untuk rokok itu juga tidak dijamin lebih aman dari rokok putih. Sehingga perlu adanya izin kesehatan soal rokok elektrik yang juga turut melemahkan serapan tembakau,” terang Dede.

Hal serupa diungkapkan Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng M. Chamim Irfani. Politikus PKB tersebut mengatakan RUU mengenai perlindungan petani tembakau mendesak segera disahkan. Jika RUU tersebut belum bisa disahkan, maka PP perlu diturunkan.

”Selama ini alasan impor karena komoditi tembakau lokal belum memenuhi kebutuhan, sementara petani mengklaim sudah bisa memenuhi. Sehingga, harus ada data yang valid untuk disinkronkan,” tandasnya. (ric/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Petani Bawang Wadul Ganjar

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Surat Edaran (SE) Dirjen Pertanian dan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) soal harga eceran tertinggi (HET) bawang putih justru menuai penolakan....

13 Ahli Waris Terima SK

PEKALONGAN-Sebanyak 13 ahli waris warga Kota Pekalongan yang meninggal dunia mendapat bantuan Santunan Kematian (SK) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, Kamis (31/8) kemarin. Santuan...

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Oleh: Dahlan Iskan Di judul berita itu tertulis ‘Begging’. Artinya ‘mengemis’. Padahal si penulis bermaksud menulis kata ‘Beijing’. Ibu kota Tiongkok. Kesalahan itu menjadi sangat  sensitif. Ketika...

Genjot Pajak lewat E-PBB dan E-Parkir

SEMARANG - Sebagai salah satu kota yang menjadi percontohan smart city di Indonesia, Pemkot Semarang terus memperkuat eksistensi dengan menerapkan berbagai inovasi pelayanan publik....

Ultra Super

Dunia listrik Indonesia memasuki era baru --era unit 1.000 MW. Bulan depan, Oktober. Itulah era teknologi ultra super critical. Itulah pembangkit terbesar yang bisa dibuat manusia. Satu unit...

Diikuti 350 Atlet Wilayah Jateng – DIY

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sebanyak 350 atlet dari 22 klub bulutangkis berkompetisi dalam turnamen bertitel Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis Tidar Cup XIX 2018 yang diselenggarakan...