10 C
Semarang
Jumat, 20 November 2020

Hendi Semprot Pengelola BRT

20 Armada Baru Diluncurkan

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

SEMARANG – Karut-marut dalam pengelolaan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, membuat Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi geram. Kritik pedas pun disampaikan oleh wali kota saat acara launching 20 armada baru untuk Koridor I (Mangkang-Penggaron) di Jalan Pemuda, depan Balai Kota Semarang, Kamis (12/1) kemarin. Bahkan secara terang-terangan, Hendi -sapaan akrab wali kota- menunjuk pejabat yang dianggap bertanggung jawab meningkatkan kualitas pelayanan BRT di depan para Muspida, DPRD, SKPD Pemkot Semarang, serta tamu undangan lainnya.

Hendi pun menyuruh Kepala BLU Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang, Agung Nurul Falaq, yang semula berdiri untuk duduk. ”Pak Agung duduk sini,” panggil Hendi dengan nada keras.

Hendi pun membeber laporan dari masyarakat mengenai layanan BRT selama ini. ”(Pak Agung) Kok nggak lihat saya ngomong, malah lihat yang lain. Dengarkan arahan saya! Takut ya sama saya?” semprot Hendi.

Menurut Hendi, pelayanan BRT selama ini banyak jeleknya daripada baiknya. Bahkan banyak komplain dari masyarakat, mulai dari AC yang tidak hidup, pintu dibuka saat bus berjalan, interval waktu kedatangan bus hingga perilaku sopir. Belum lagi kasus pencurian 32 ban serep, penggelapan spion dan lampu BRT, serta dugaan korupsi penyewaan 8 armada BRT senilai Rp 200 juta.

Wali kota meminta pengelola menindak tegas sopir yang bertindak di luar ketentuan. ”Kalau ada sopir yang seperti itu pengelola harus bertindak, tegur atau beri surat peringatan. Kalau memang tidak bisa dibina ya putus kontrak,” tegasnya.

Dikatakan, akibat pelayanan BRT yang dirasa kurang optimal tersebut, membuat jumlah penumpang pada 2016 mengalami penurunan sekitar 300 ribu orang. Dari sebelumnya pada 2015 lalu jumlahnya mencapai 8.023.869 penumpang.

”Ada statistik yang menunjukkan terjadi penurunan penumpang, orang mulai menghindari naik Trans Semarang. Yang kalau dihitung hampir 300 ribu penumpang selama setahun,” bebernya.

Hendi meminta pada 2017 ini harus jadi momentum perbaikan. Harus dievaluasi apakah armadanya semakin tua atau pelayanannya semakin jelek. Jika dua hal itu masalahnya, maka pengelola harus segera melakukan perbaikan. Salah satunya, di awal tahun ini dioperasional 20 armada baru Trans Semarang Koridor I.

”Jadi, kita punya stok 65 bus, yang 20 dioperasionalkan di Koridor I. Sisanya 40 akan dioperasionalkan masing-masing 20 di Koridor V dan VI,” katanya.

Dengan upgrade armada ini, harapannya akan membuat masyarakat kembali nyaman naik BRT Trans Semarang. Dia juga meminta, sopir yang ugal-ugalan diberikan diklat dan bimbingan dari pengelola dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Semarang.

”Optimisme kami tetap tinggi, bahwa BRT tetap akan menjadi sarana moda transportasi unggulan bagi warga Kota Semarang,” ujarnya optimistis.

Wali kota juga meminta Dishub segera membuka rute koridor V dan VI. Mengingat bantuan armada sudah dilakukan jauh hari dan seharusnya bisa beroperasi pada 2016.

”Target waktu itu 2016 bisa membuka koridor V dan VI. Tapi tidak bisa berjalan karena ada miss manajemen hingga akhir 2016 belum bisa dibuka. Alasannya waktu itu belum teranggarkan dokumen administrasi surat jalan,” katanya.

Hendi meminta pada akhir Februari mendatang, koridor V dan VI sudah beroperasi.

Plt Kepala Dinas Perhubungan, Tri Wibowo, menyebutkan, untuk membuka koridor V dan VI butuh tahapan. Saat ini, semua surat kendaraan sudah siap dan lengkap. Tinggal menunggu hasil lelang. Koridor V rute Meteseh-Puri Anjasmoro akan ada 14 armada, kemudian koridor VI rute Undip-UNNES ada 14 armada, dengan kendaraan cadangan 1 unit. ”Melihat kondisi jalan kita operasikan armada dengan ukuran sedang,” tandasnya.

Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, menyambut baik peluncuran 20 bus baru BRT tersebut. Dia menilai armada yang lama di koridor I memang sudah banyak yang memprihatinkan. Kondisi bodinya ada yang keropos dan fasilitas di dalamnya sudah tidak memadai.

Dengan armada baru, harapannya pelayanan Trans Semarang koridor I tidak seperti dulu. Yakni, sering terlambat datang di shelter dan penumpang merasakan tidak nyaman.

”Koridor I ini animo masyarakatnya terhadap Trans Semarang sangat tinggi. Tapi, armadanya masih kurang, maka perlu ada penambahan,” ujarnya.

Dia berharap, pemkot juga segera meluncurkan koridor V dan VI, bahkan juga koridor VII dan VIII. Karena sistem transportasi masal Trans Semarang sangat dinikmati masyarakat.

Terpisah, aparat Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polrestabes Semarang terus bekerja keras untuk membongkar sejumlah kasus di tubuh BLU Trans Semarang UPTD Terminal Mangkang. Selain telah memeriksa enam saksi, polisi juga mengumpulkan sejumlah alat bukti.

”Proses penyidikan terus berlanjut. Kami juga terus mengumpulkan alat bukti,” ungkap Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Wiyono Eko Prasetyo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (12/1).

Pihaknya mengaku tidak akan gegabah dalam menangani kasus yang membelit manajemen BRT Trans Semarang tersebut. Baik kasus pencurian 32 ban serep, kasus penggelapan spion dan lampu BRT, hingga kasus dugaan korupsi penyewaan 8 armada BRT. Menurutnya, untuk membongkar skandal ini perlu ketelitian dan waktu yang tidak singkat.

”Ini tindak pindana korupsi, jadi kami membutuhkan waktu untuk menelusuri lebih dalam. Doakan saja mudah-mudahan cepat terungkap,” harapnya. (zal/mha/aro/ce1)

More articles

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...