33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Gelontorkan Rp 56 M untuk Dana Kesra

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

BATANG – Tahun ini, Pemkab Batang akan menganggarkan dana kesejahteraan rakyat yang difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan sebesar Rp 56 miliar. Alokasi anggaran untuk kedua sektor itu memang besar setiap tahunnya.

“Kami gelontorkan untuk mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Kepala Bappeda Batang Sabino Suwondo. Dikatakannya, pos anggaran pendidikan memang tetap yang terbesar. Tapi khusus pada 2017, ada dua alokasi anggaran penting yang terbilang baru. Yaitu komitmen Pemkab memperbaiki tunjangan guru wiyata bakti SD dengan anggaran Rp 26 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, maka setiap guru wiyata bakti akan mendapatkan tunjangan Rp 500 ribu sampai Rp1,4 juta per bulan atau naik dibanding sebelumnya rata-rata Rp 250 ribu per bulan.

Selain guru wiyata bakti, Pemkab akan lebih berikhtiar mencegah terjadinya anak putus sekolah, terutama pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Untuk itu, disiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk menyasar anak usia SD sampai SMP yang tidak mampu dan berpotensi putus sekolah.

“Mereka akan kami berikan seragam, sepatu, buku, dan bila perlu uang transpor. Jika sudah sekolah, tinggal kita ikutkan pada program Kartu Indonesia Pintar (KIP),” terang Sabino Suwondo.

Sedangkan pada program kesehatan, akan difokuskan pada dua program. Yaitu bagi warga miskin yang tidak terdaftar pada jaminan kesehatan nasional (JKN) akan diikutkan pada badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS).

“Kami sudah menyiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk prioritas 5.332 rumah tangga miskin. Disamping itu, Pemkab juga mengucurkan Rp 10 miliar untuk pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) dengan sasaran 52.015 rumah,” pungkas Sabino Suwindo. (mg20/ric)

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kepala Dinas Terima SMS Teror

UNGARAN – Sebelum dilakukan penetapan Susunan Orgaisasi dan Tata Kerja (SOTK) Kabupaten Semarang yang baru, diduga sudah bocor lebih dulu. Hal tersebut menyusul pengakuan...

Pemkot Uji Coba Jalur Satu Arah

PEKALONGAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan bekerja sama dengan Polres Pekalongan Kota dan dinas terkait melakukan uji coba Jalur Satu Arah (JSA). Hal tersebut dimaksudkan untuk mengurai kemacetan...

Anggota Polisi Bebaskan Musala dari Rob

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Nasib warga Salam Manis RW 6 Kelurahan Panjang Baru Pekalongan Utara Kota Pekalongan yang musalanya terus terendam rob, semakin memprihatinkan. Karena...

Pedagang Yaik Tolak Penetapan Zonasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sosialisasi rencana relokasi pedagang Pasar Yaik Baru berjalan alot. Para pedagang menolak Dinas Perdagangan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang turut campur dalam penetapan...

Open Data Diyakini Cegah Penyimpangan

WONOSOBO–Pemkab Wonosobo intens menyosialisasikan program open data berbasis online dan offline bagi penyelenggaraan keuangan pemerintahan desa. Program ini diyakini memiliki kontrol cukup efektif untuk...

Besok, Pendaftar Rusunawa Dibuka

MAGELANG - Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Tidar, di Kelurahan Tidar Selatan, Kecamatan Magelang Selatan, sudah rampung. Rusunawa berkapasitas 92 kamar ini sudah...