Calhaj Tunggu Kepastian Penambahan Kuota Haji

548

”Kemarin sampai ada yang naik haji lewat Filipina agar tidak antre lama berangkat ke Tanah Suci. Kalau kuotanya sudah ditambah, semoga kejadian itu tidak terulang lagi.” Ali Mansyur, Sekretaris Komisi A DPRD Jateng

SEMARANG – Tahun ini, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan mengembalikan kuota haji sebesar 20 persen yang dulu sempat dipangkas karena ada renovasi kompleks Masjidil Haram. Kuota itu masih ditambah bonus 10 ribu kursi khusus untuk Indonesia.

Sekretaris Komisi A DPRD Jateng, Ali Mansyur, berharap, pengembalian dan bonus kuota tersebut mampu memangkas waktu antrean keberangkatan haji yang saat ini mencapai 23 tahun. Ini juga menjadi solusi agar calon haji Indonesia tidak mengambil jalur ilegal seperti yang terjadi tahun lalu.

”Kemarin sampai ada yang naik haji lewat Filipina agar tidak antre lama berangkat ke Tanah Suci. Kalau kuotanya sudah ditambah, semoga kejadian itu tidak terulang lagi,” harapnya, Kamis (12/1).

Pria yang pada 2015 lalu bertugas sebagai Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD) Jateng ini juga meminta pada pemerintah pusat untuk kembali berdiplomasi dengan Pemerintah Arab Saudi. Diplomasi itu untuk merebut kuota haji yang jarang dipakai di sejumlah negara. Seperti Filipina dan sejumlah negara di Eropa.

”Itu bisa dialihkan ke Indonesia. Pemerintah perlu mengupayakan supaya ke depan bisa bertambah lagi, mengingat animo masyarakat Indonesia sangat luar biasa,” katanya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kanwil) Jateng, Noor Badi menjelaskan, pengembalian kuota 20 persen dan bonus 10 ribu kuota jamaah haji, belum resmi dirilis secara resmi oleh pemerintah pusat. Hingga kemarin, pihaknya belum mendapatkan salinan Surat Keputusan (SK) dari Menteri Agama.

Dijelaskan, SK tersebut nantinya akan menentukan porsi kuota masing-masing daerah di Indonesia. Terkait perkiraan kuota di Jateng, dia tidak berani membocorkannya.

”Selama belum ada hitam di atas putih dari menteri, kami tidak bisa memublikasikan. Lagi pula, kami juga belum tahu Jateng mendapat kuota berapa. Pak Menteri langsung yang membaginya,” bebernya.

Sebelum ada pengurangan kuota 20 persen, Jateng kebagian kuota 26.657 orang. Setelah adanya pengurangan kuota menjadi 23.717 orang. Saat ini, daftar antrean keberangkatan haji sudah sampai tahun 2039.

Salah satu calon haji (calhaj) asal Karanggawang Baru, Tembalang, Aries Syarefudin Zuhri, berharap, pengembalian kuota dan bonus kuota yang diberikan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi tersebut bukan sekadar kabar burung. Sebab, isu penambahan kuota pernah santer terdengar pada 2016 lalu.

”Semoga yang ini fakta agar antrean berangkat haji bisa lebih cepat,” harapnya.

Dia mengaku mendaftar antrean ke Tanah Suci pada Maret 2011 silam, dan mendapat porsi pemberangkatan pada 2018 mendatang. Jika pengembalian kuota dan bonus kuota tersebut terealisasi, bukan tidak mungkin dia akan berangkat haji tahun ini.

”Harapan kami, informasi itu segera direalisasikan ke daerah agar ada kejelasan. Selama masih di tingkat pusat, itu justru meresahkan para calon jamaah haji. Kasihan calon jamaah haji yang harus menunggu sampai 20 tahun lebih,” katanya.

Selain itu, jika yang semula mendapat porsi di 2018, dipastikan maju di 2017, maka sejak sekarang bisa melakukan persiapan. ”Sejauh ini saya belum mengikuti KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji). Karena porsi tahun 2018 saja, saya nomor 11 ribuan. Insya Allah saya mau umrah dulu bulan Maret mendatang,” ujarnya. (amh/aro/ce1)