SEMARANG – Kawanan begal kembali beraksi di wilayah Kota Semarang. Bahkan, aksi begal ini tidak hanya melakukan perampasan, namun juga disertai kekarasan dengan menggunakan senjata tajam.

Kawanan dua orang begal tak dikenal ini beraksi di Jalan Raden Patah Genuk, tepatnya di depan Perusahaan Nyonya Meneer pada Senin (12/1) sekitar pukul 03.15. Sedangkan korbannya bernama Abdul Aziz, 21, warga asal Sidorejo, Sedan Rembang.

Akibat kejadian ini korban mengalami kerugian berupa satu unit sepeda motor roda dua Honda bernopol K 6514 SM, satu ponsel serta dompet berisi surat penting dan uang tunai Rp 600 ribu. Korban juga mengalami luka bacok di bagian dahi.

Korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang. Dari keterangan pelaporan, peristiwa perampasan bermula ketika korban melakukan perjalanan dari rumahnya sekitar jam 01.00 menuju tempat kosnya di Kota Semarang.

Di tengah perjalanan hujan turun, akhirnya korban memilih untuk berteduh di lokasi jalan tersebut. Belum genap 15 menit, tiba-tiba datang dua orang tak dikenal berboncengan mengendarai motor Yamaha Mio bernopol H 7077 yang diduga palsu.
”Saya kira dia (pelaku) juga ikut berteduh. Tapi setelah berhenti terus mendekati saya dan meminta paksa seluruh barang-barang saya,” ungkap Aziz.

Korban menolak permintaan dua pelaku dan berusaha mempertahankan harta benda miliknya. Namun, dua pelaku yang sudah nekat ini juga terus memaksa hingga akhirnya korban dipukul. ”Saya dipukuli mereka berdua,” katanya.

Tak hanya itu, dua pelaku yang semakin kalap lantaran korban tidak menyerahkan harta bendanya lantas mengeluarkan sebilah parang. Akibatnya, korban semakin terdesak dan tak bisa menghindar dari serangan pelaku dan terkena sabetan senjata tajam. ”Kena luka bacok di dahi saya,” terangnya.

Korban akhirnya tidak berdaya menghadapi serangan dua pelaku. Hingga akhirnya pasrah melihat harta bendanya dibawa kabur oleh pelaku. Laporan tersebut kini masih dalam penanganan pihak Polrestabes Semarang. (mha/zal/ce1)