33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Bank Jateng Beri Pelatihan Kelola Keuangan UMKM

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN – Pola pengelolaan keuangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Semarang saat ini masih tradisional. Sehingga membuat UMKM sulit berkembang. Bank Jateng Kantor Cabang Ungaran mencoba mengubah pola peengelolaan keuangan dengan memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM.

“Kita lakukan nantinya setiap bulan sekali di seluruh kecamatan di Kabupaten Semarang,” ujar Kepala Bank Jateng Kantor Cabang Ungaran, Ismanto usai memberikan pelatihan pengelolaan keuangan UMKM di Desa Regunung Kabupaten Semarang, Kamis (12/1).

Pelatihan yang diikuti 30 peserta tersebut tidak hanya berasal dari lokal, namun juga luar Kabupaten Semarang. Menurut Ismanto pelaku UMKM masih belum bisa membedakan antara modal dan keuangan pribadi.

Banyak dari pelaku UMKM yang merugi akibat kesalahan dalam pengelolaan keuangan tersebut. Alhasil, UMKM tidak berkembang dan bahkan mati. “Kebiasaan para pelaku UMKM yang masih belum bisa mengelola keuangan yaitu mencampur adukkan antara uang modal, dan uang pribadi. Jadi pengembangannya sulit,” tuturnya.

Latar belakang usaha peserta dalam pelatihan tersebut berbeda-beda. Antara lain pelaku usaha peternakan, pemilik rumah makan, penjual pakaian.

Muhammad Choliq salahsatunya. Pria paruh baya tersebut dalam sehari-hari mengelola UMKM dari kelompok peternak kambing di Desa Regunung. Ia mengakui jika pengelolaan keuangan masih bersifat tradisional. Artinya, antara uang yang masuk dan yang keluar tidak tercantum dalam catatan keuangan kelompok usaha.

“Tadinya, saya pikir saya selalu laba. Setelah diberikan simulasi pengelolaan keuangan ternyata laba saya terlalu kecil jika dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan,” ujar Choliq.

Peserta nampak antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Mereka saling interaksi antar satu sama lain. “Ini (pengelolaan keuangan) merupakan hal yang baru bagi kita,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut para pelaku UMKM diberikan simulasi bagaimana mengelola modal, laba, dan mendiversifikasikan usaha. Sebagian besar peserta, belum begitu memahami terkait dengan diversifikasi usaha dari yang mereka lakukan. “Saya baru tahu ternyata, kambing bisa dimanfaatkan susunya untuk dijual. Selama ini hanya penggemukan saja,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Tim Analis Kredit Bank Jateng Cabang Ungaran Juneidi mengatakan saat ini prosentasi UMKM di Kabupaten Semarang yang dibiayai perbankan baru 55 persen. Dalam simulasi pengelolaan keuangan UMKM tersebut, pihaknya juga akan bersosialisasi bagaimana mendapatkan kredit usaha di Bank Jateng Cabang Ungaran. “Sebenarnya prospek ke depan, untuk UMKM di Kabupaten Semarang sangat bagus, namun masih butuh sentuhan,” katanya.

Menurutnya, pihak perbankan harus ikut proaktif dalam usaha pembangunan UMKM di daerah. Dengan baiknya pengelolaan keuangan dalam UMKM akan jadi modal kepercayaan untuk perbankan agar mengucurkan kredit kepada mereka. (ewb/zal)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Temukan 27 Liter Tuak

PURBALINGGA--Polres Purbalingga menggelar razia dengan sasaran tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Purbalingga, Rabu (29/11) malam. Kegiatan dilaksanakan bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja,...

Prioritaskan Pembangunan Infrastrutur Jalan dan Jembatan

RADARSEMARANG.COM,  KAJEN - Memasuki dua tahun kepemimpinan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dan Wakil Bupati Pekalongan Arini Harimurti, Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan...

WSC 2018 Final Round, S.P.A Solo Raya Raih Dua Medali Emas

World Scholar’s Cup adalah kompetisi tingkat internasional. Di mana ribuan pelajar dari sekitar 40 negara datang berkumpul untuk berkompetisi dalam berbagai bidang studi. Diantaranya...

Telkom Siagakan 86 MoBi dan 1.111 Personil

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Menyambut Natal dan tahun baru 2018 PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) hadpi lonjakan traffic telekomunikasi melakukan pengawalan kesiapan alat produksi serta...

Direktur RSUD Salatiga dr Pamuji

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA–Polemik di internal RSUD Kota Salatiga akhirnya terjawab dalam agenda pelantikan 226 Pejabat Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kota Salatiga,...

Wali Kota Hendi Turunkan PBB 2018

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Banyaknya keluhan masyarakat yang disampaikan kepada Pemerintah Kota Semarang atas kenaikan PBB pada tahun 2018, ditindak lanjuti oleh Wali Kota Semarang,...