31 C
Semarang
Rabu, 5 Mei 2021

Bingung Kembangkan Bandara Purbalingga

SEMARANG – Upaya Pemprov Jateng dalam mengembangkan Pangkalan Udara TNI Jenderal Besar Soedirman, Purbalingga menjadi bandara komersial bisa dibilang mentok. Meski sudah berupaya menyelesaikannya, tapi hingga sekarang belum menunjukkan hasil.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Satriyo Hidayat menjelaskan, pihaknya akan terus memfasilitasi hingga bandara tersebut klir. ”Kami sudah fasilitasi bertahun-tahun, tapi tidak rampung-rampung. Kalau mau didorong lagi, yang mau didorong sing endi, aku yo bingung,” ujarnya, Kamis (12/1).

Dijelaskan, beberapa waktu lalu, Dirjen Perhubungan sudah melakukan peninjauan lokasi. Bupati Purbalingga, juga sudah bertemu Menteri Perhubungan. Hasil pertemuan itu, muncul wacana akan digelontor Rp 20 miliar dari APBN untuk mengembangkan bandara. Sayang dana tersebut belum bisa dicairkan karena ada embel-embel tertentu. ”Yaitu kalau aturan tertentu seperti Perpres atau MoU dengan TNI AU diselesaikan dulu,” tegasnya.

Mengenai Detail Engineering Design (DED), pengembangan bandara, sebenarnya sudah selesai. Yakni memperpanjang landasan pacu dari 800 meter saat ini, menjadi 1.500 meter. Sehingga pesawat jenis ATR 72 bisa mendarat. Sedangkan mengenai pembebasan lahan, sudah tuntas di 2016 lalu.

”Bola sekarang ada di Kemenhub. Saya sih masih mendorong ke Pak Menteri Perhubungan, agar ada kesepakatan antara TNI AU dengan Dirjen Perhubungan Udara berupa MoU,” ungkapnya.

Jika bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga dapat berkembang, diharapkan mampu membangkitkan pergerakan orang maupun barang di wilayah selatan Jateng. ”Sekarang sudah ada kereta api, bus juga sudah, selanjutnya adalah udara,” imbuhnya. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news