31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Gelontorkan Rp 56 M untuk Dana Kesra

BATANG – Tahun ini, Pemkab Batang akan menganggarkan dana kesejahteraan rakyat yang difokuskan pada sektor pendidikan dan kesehatan sebesar Rp 56 miliar. Alokasi anggaran untuk kedua sektor itu memang besar setiap tahunnya.

“Kami gelontorkan untuk mengoptimalkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Kepala Bappeda Batang Sabino Suwondo. Dikatakannya, pos anggaran pendidikan memang tetap yang terbesar. Tapi khusus pada 2017, ada dua alokasi anggaran penting yang terbilang baru. Yaitu komitmen Pemkab memperbaiki tunjangan guru wiyata bakti SD dengan anggaran Rp 26 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, maka setiap guru wiyata bakti akan mendapatkan tunjangan Rp 500 ribu sampai Rp1,4 juta per bulan atau naik dibanding sebelumnya rata-rata Rp 250 ribu per bulan.

Selain guru wiyata bakti, Pemkab akan lebih berikhtiar mencegah terjadinya anak putus sekolah, terutama pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Untuk itu, disiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk menyasar anak usia SD sampai SMP yang tidak mampu dan berpotensi putus sekolah.

“Mereka akan kami berikan seragam, sepatu, buku, dan bila perlu uang transpor. Jika sudah sekolah, tinggal kita ikutkan pada program Kartu Indonesia Pintar (KIP),” terang Sabino Suwondo.

Sedangkan pada program kesehatan, akan difokuskan pada dua program. Yaitu bagi warga miskin yang tidak terdaftar pada jaminan kesehatan nasional (JKN) akan diikutkan pada badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS).

“Kami sudah menyiapkan anggaran Rp 10 miliar untuk prioritas 5.332 rumah tangga miskin. Disamping itu, Pemkab juga mengucurkan Rp 10 miliar untuk pemugaran rumah tidak layak huni (RTLH) dengan sasaran 52.015 rumah,” pungkas Sabino Suwindo. (mg20/ric)

Latest news

Related news