31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Direksi PD BPR BKK Dirombak Total

KAJEN – Bejo Waluyo, SE yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PD BPR BKK  Kajen, Kabupaten Pekalongan, Kamis (12/1) resmi dicopot dari jabatannya. Dia digantikan Aji Setiawan, yang sebelumnya telah mengikuti fit and proper test untuk menduduki jabatan sebagai Direktur Utama PD BPR BKK  Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Untuk meningkatkan kinerja PD BPR BKK  Kajen, Kabupaten Pekalongan menjadi lebih baik, Bupati Pekalongan, Asip Khollbihi, juga mencopot semua direksi lama. Yakni Rasito, yang menjabat sebagai Direktur Operasional, dan Tarjani sebagai Direktur Umum. Sedangkan pejabat Direktur Operasional yang baru dipegang oleh Syaifil Aziz Nasution.

Dicopotnya para direksi lama  PD BPR BKK Kajen Kabupaten Pekalongan, disamping untuk penyegaran dalam organisasi, karena dinilai mereka kurang maksimal dalam meningkatkan kinerja perbankan milik Pemkab Pekalongan.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengatakan pada pejabat yang baru dilantik, agar mempertahankan hal-hal yang baik yang sudah ada, serta terus menerus mencari akselerasi yang baik, yang berdampak pada keuntungan PD BPR BKK Kajen, Kabupaten Pekalongan yang meningkat.

Menurutnya para direksi PD BPR BKK Kajen Kabupaten Pekalongan yang baru, adalah murni para profesional perbankan yang telah berpengalaman, tanpa ada titipan atau intervensi dari pihak manapun. Sehingga mereka dapat bekerja secara profesional, tanpa adanya tekanan.

“Semua mengetahui bahwa direktur yang dilantik hari ini, adalah hasil dari tes kompetensi tanpa adanya intervensi dari pihak manapun termasuk para pemegang saham sendiri. Maka saya yakin mereka dapat bekerja secara profesional,” katanya.

Namun demikian Asip juga menegaskan, Pemkab Pekalongan selaku pemegang saham, akan melihat dan mengawasi operasional PD BPR BKK Kajen, di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat, serta memantau terus kinerja para direksi baru.

Menurutnya kunci dalam pengelolaan perbankan  adalah kepercayaan, dan untuk menumbuhkan kepercayaan itu bukan hal yang mudah. Apalagi berhubungan dengan masalah keuangan. Tetapi dengan kerja keras dan kejujuran maka akan dapat membangun kepercayaan tersebut.

“Lakukan aspek pendampingan pada para kreditor, dan tingkatkan pengelolaan manajemen, kurangi resiko kredit, dan terus tingkatkan SDM. Serta ikut juga meningkatkan dan memperluas penyaluran kredit produktif, untuk ekonomi mikro di Kabupaten Pekalongan, yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat luas,” tegasnya. (thd/ric)

Latest news

Related news