33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Turun Tangan, Stabilkan Harga Pasar

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG  – Di 2017 ini masyarakat diberi hadiah tidak mengenakkan dengan melambungnya harga komoditas cabai yang sangat tinggi. Mulai pasca tahun baru hingga saat ini harga cabai rawit merah terus mengalami peningkatan dan diikuti komoditas pokok lainnya.

DPRD Jateng mengaku prihatin dengan naiknya harga cabai. Sebagaimana diketahui, harga cabai di sejumlah daerah melonjak naik sampai Rp 100 ribu per kilogram (kg). Bahkan di beberapa daerah ada yang mencapai Rp 200 ribu per kg. Pemprov Jateng harus hadir dan segera melakukan upaya untuk mengendalikan harga cabai yang semakin meroket. ”Kenaikan harga ini jelas merugikan masyarakat. Harusnya pemerintah bisa menstabilkan harga di pasar,” kata anggota Komisi B DPRD Jateng, Ikhsan Mustofa.

Ia sangat menyayangkan dengan lambannya penanganan pemerintah mengendalikan harga. Bahkan ia cukup kecewa dengan Kementerian Perdagangan yang berencana tak akan melakukan intervensi harga cabai. Sebab, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan tak akan melakukan intervensi harga cabai dan tidak bisa menjamin harga cabai bisa turun dalam waktu dekat. ”Ini jelas terlalu lambat penanganannya. Pemerintah terkesan tidak mau ikut campur,” ujarnya.

Masyarakat harus bisa mulai melakukan pemanfaatan lahan rumah dengan menanam cabai sendiri dan mengonsumsi cabai kering. Dengan begitu masyarakat tetap bisa mengonsumsinya dan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga, selan itu bisa juga dengan mengonsumsi cabai kering. ”Masyarakat harus bisa lebih kreatif, karena cabai merupakan kebutuhan pokok harus bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah,” tambah Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo.

Di sejumlah pasar tradisonal di Jateng, komoditi cabai bahkan menyentuh angka Rp 100 ribu/kg. Di Kota Solo misalnya, harga cabai naik 400 persen dibanding dengan kondisi normal sebagai dampak menurunnya pasokan saat musim hujan. Di Pasar Kleco Solo, Senin, harga cabai rawit warna merah dijual mencapai Rp 100 ribu per kilogram, cabai keriting merah Rp 30 ribu/kg, dan rawit hijau Rp 50 ribu/kg. ”Jateng sebenarnya banyak petani yang menanam cabai, tetapi karena harga dikuasai pasar akhirnya petani tetap dirugikan,” tambahnya. (fth/zal/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Warga Bisa Berobat Gratis di Atas Kereta

SEMARANG - Ratusan warga yang tinggal di sekitar Stasiun Mangkang, Semarang berbondong-bondong mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop...

Rob, Terminal Terboyo Lumpuh

SEMARANG - Jelang arus mudik Lebaran, Terminal Terboyo lumpuh total oleh genangan air pasang laut atau rob, Jumat (2/6) kemarin. Hampir seluruh area Terminal...

Siswa SDLB Jalani Unas Seorang Diri

SEMARANG - Jenifer Tria Himawani siswa SD Luar Biasa D/DI Yayasan Pendidikan Anak Cacat (SDLB YPAC) Semarang mengikuti ujian nasional (unas) tingkat SD sendirian,...

Targetkan Lulusan Penuhi Kebutuhan Dudi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – SMK Citra Medika Kota Magelang mengoptimalkan fungsi program bursa kerja khusus (BKK) di sekolah untuk menyalurkan lulusannya ke perusahaan-perusahaan ternama, sesuai...

Diduga Pembunuh Karyawan BRI Bunuh Diri

KENDAL-Kasus pembunuhan terhadap karyawan BRI Unit Weleri, Yoga Gatot Pramana akhirnya terungkap. Pelaku diduga adalah Jumadi, warga Sendang Dawung, Kecamatan Kankung. Kecurigaan itu mencuat, setelah...

Bangun 125 Bank Sampah

TEMANGGUNG–Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Temanggung tengah menggalakkan pembentukan bank sampah di berbagai kelurahan maupun desa. Dengan hadirnya bank sampah, diharapkan bisa meningkatkan ekonomi...