15.6 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Ratusan Formasi Perangkat Desa Kosong

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

UNGARAN–Sebanyak 322 jabatan perangkat desa di 95 desa yang tersebar di 19 kecamatan di Kabupaten Semarang, pada tahun 2017 ini mengalami kekosongan. Pemkab Semarang siap memfasilitasi pelaksanaan seleksi perangkat desa secara serentak pada akhir April mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Semarang, Yoseph Bambang Trihardjono mengatakan 322 formasi perangkat desa yang kosong itu karena berbagai faktor. Seperti meninggal dunia atau berhalangan tetap dan pensiun atau usianya melebihi batasan umur yang ditentukan. Terdiri dari 95 sekretaris desa, 55 kaur, 37 kasi dan 145 kadus.

“Proses pengisian perangkat desa saat ini beda dengan mekanisme sebelumnya. Jika mengacu regulasi lama, rekrutmen melalui sistem pemilihan oleh kepala desa terpilih. Namun seiring keluarnya aturan baru mengenai pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, yakni Permendagri 83/2016, Perda 14/2016 dan Perbup 38/2016, mekanisme berubah menjadi seleksi,” kata Yoseph, Rabu (11/1) kemarin.

Sesuai ketentuan tersebut, proses seleksi bisa diikuti oleh siapa saja dan dari mana saja. “Jadi, tidak harus berasal dari desa itu, dari luar desa juga dibolehkan ikut seleksi. Yang penting memenuhi persyaratan yang diatur seperti berijazah minimal SMA/sederajat,” katanya.

Hal itu, lanjut Yoseph, juga termasuk bagi mereka yang tercatat sebagai kader atau pengurus parpol bisa ikut seleksi. Hanya saja, jika lolos dan terpilih jadi perangkat desa, status keanggotaan maupun kepengurusan di parpol harus dilepas. “Ketentuannya memang demikian,” ujarnya.

Saat ini, pihaknya telah menyiapkan tahapan seleksi serentak. Dimulai dengan tahapan persiapan di bulan Januari ini hingga pertengahan Februari. Meliputi pembentukan tim seleksi oleh kepala desa dan BPD, penetapan tim seleksi, penyusunan tatib, jadwal dan RAB seleksi serta sosialisasi pelaksanaan seleksi.

Tahapan selanjutnya adalah penjaringan hingga akhir Maret, penyaringan sampai dengan awal April dan tahapan pelaksanaan seleksi, 10 hingga 28 Maret. Untuk pelaksanaan seleksinya sendiri dijadwalkan 25-28 Maret menggandeng pihak ketiga secara transparan. “Pihak ketiga ini dari kalangan akademisi. Mereka yang terpilih adalah yang menempati ranking pertama,” katanya.

Dalam hal ini, pihak akademisi yang dirangkul dalam seleksi tersebut yaitu pihak Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI (Undaris) Ungaran. Rektor Undaris Ungaran, Lamijan mengatakan bahwa salah satu kecamatan yang sudah melakukan rekrutmen yaitu Kecamatan Pringapus. “Sebagai pihak yang dilibatkan dalam menguji kompetensi calon perangkat desa, kita lakukan sebaik-baiknya,” katanya.

Adapun beberapa tahapan dalam proses seleksi tersebut, antara lain kemampuan di bidang komputer. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini yang begitu pesat mewajibkan setiap perangkat desa untuk mampu menguasai komputer. “Jadi tesnya ada seperti itu (komputer) juga,” katanya.

Dari rekrutmen perangkat desa yang sudah dilakukan yaitu Kecamatan Pringapus, peserta masih warga lokal setempat. Hal itu berkaitan dengan test kompetensi kelokalan. “Sehingga warga luar daerah yang akan mendaftar mungkin jadi mikir terkait test kemampuan lokal tersebut. Sehingga yang daftar masih warga Pringapus saja,” katanya. (ewb/ida)

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...