31 C
Semarang
Selasa, 24 November 2020

Pedagang Pilih Tak Berjualan

Menarik

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

PEKALONGAN-Harga cabai yang masih tinggi hingga menembus angka ratusan ribu rupiah, menyebabkan sejumlah pedagang memilih tidak berjualan cabai. Terutama cabai rawit merah atau yang biasa disebut cabai setan.

Salah seorang pedagang di Pasar Banjarsari, Kota Pekalongan, Rastini, mengaku sudah seminggu tidak menjual cabai karena harganya mahal. Pasalnya jika menjual, membutuhkan modal yang sangat banyak. “Mendingan nggak jualan dulu, lha buat beli cabainya saja sudah mahal,” keluhnya.

Selain tak memiliki modal cukup, akunya bingung untuk menjualnya. Karena pembeli biasanya beli mengecer. “Yang mau beli cabai Rp 5.000 atau sisa uang belanja yang kadang kurang dari Rp 10.000, terus bagaimana saya mau menjualnya, masak mau tak kasih 1 biji atau 2 biji?” paparnya.

Pedagang lain, Lailatul, juga melakukan hal yang sama. Memilih tidak menjual cabai dan hanya menjual sayuran. Menurutnya, harga dari pemasok sudah sangat tinggi. “Dari Bandungannya sudah mahal. Meski hari ini turun jadi Rp 90.000 – Rp 95.000, ya hitungannya masih mahal,” eluhnya.

Berbeda dengan Sri Hermawati, ia juga tidak menjual cabai untuk sementara waktu. Tapi kalau ada yang ingin beli, akan diambilkan dari penjual cabai lain yang masih mampu menjual. “Saya sekarang jualan rempah-rempah saja. Kalau ada yang mau beli cabai, saya ambilkan di penjual sebelah,” katanya. (tin/ida)

More articles

Terbaru

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...