31 C
Semarang
Jumat, 14 Mei 2021

Pemda Harus Beri Sanksi Tegas

SALATIGA-Pemerintah Kota Salatiga diminta serius untuk menangani dugaan pencemaran di sejumlah sungai di perbatasan Kabupaten Sematang dan Salatiga. Termasuk dugaan pencemaran dari limbah pengolahan kayu sengon PT MAS Unit Patemon Kabupaten Semarang.

“Kalau sampai limbah bisa hitam pekat seperti itu, bagaimana dulu amdal (analisis dampak lingkungan) bisa lolos?,” tanya Anggota Komisi E DPRD Propinsi Jawa Tengah MS Rusdyanto, Rabu (11/1).

Wakil rakyat dari partai Nasdem tersebut juga menyayangkan karena pencemaran limbah tersebut terjadi sudah bertahun yang terkesan memang dibuang seenaknya. “SKPD (Satuan kerja perangkat daerah) terkait juga segera mengambil tindakan dan sanksi tegas. Perusahaan juga harus segera memperbaiki perusakan limbah yang dilakukan,” ungkapnya.

Terpisah, Plt Kepala Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah Sabarudin Hulu menyatakan, apabila terjadi pencemaran lingkungan karena limbah perusahaan, maka patut diduga terjadi maladministrasi yang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidup setempat. Menurutnya, pengawasan pemda, dalam hal ini Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang jelas tidak maksimal.

“Perusahaan juga ada kewajiban untuk melaporkan ke BLH terkait upaya pengelolaan limbah untuk pemeliharaan Lingkungan,” kata Sabarudin.

Ombudsman akan meninjau lokasi, melakukan investigasi ke lapangan untuk mengetahui kebenaran keluhan warga.

Sebelumnya, General Affair (GA) PT MAS yang membidangi bagian umum, Nur Wasesa menjelaskan, masukan warga akan diperhatikan. Pihak perusahaan akan memeriksa langsung sungai yang diduga tercemar. Berkaitan dengan pembuangan limbah, perusahaan sudah memiliki alat penyaring. Namun dengan adanya keluhan warga, kapasitas penyaring akan dicek ulang. “Yang pertama jelas komplain ini akan kita respon, kita reduksi sekecil mungkin adanya masalah,” jelasnya. (jks/ton)

Latest news

Related news