31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Dinas Perdagangan Perlu Evaluasi Konsep

KOTA SEMARANG – Komisi B DPRD Kota Semarang meminta Dinas Perdagangan segera mengevaluasi konsep penataan pedagang Pasar Peterongan di bangunan baru. Menyusul masih adanya keluhan pedagang mengenai lapak. Meski begitu, komisi yang membidangi perekonomian tersebut berharap pedagang menempati bangunan baru yang telah direvitalisasi.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Mualim mengatakan, kalau para pedagang masih menghendaki lapak di dalam pasar perlu diperbaiki, maka Dinas Perdagangan Kota Semarang harus segera mengevaluasi konsep. Bagaimana kebutuhan pedagang, termasuk mengonsep lapak sesuai dengan kebutuhan bangunan cagar budaya. Karena Pasar Peterongan termasuk bangunan cagar budaya. ”Kami berharap, pedagang bisa segera menempati pasar tersebut. Kalau para pedagang masih menghendaki perbaikan lapak, maka perlu membuat surat untuk melakukan koordinasi,” kata Mualim.

Dia juga meminta, agar Dinas Perdagangan segera melakukan koordinasi dengan para pedagang secepatnya. Agar konsep lapak bisa disesuaikan dengan kondisi kebutuhan pedagang sekaligus diseragamkan dan tidak melanggar aturan cagar budaya. ”Sesuai dengan  kondisi pasar yang merupakan bangunan kuno, maka perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” katanya.

Margiyono, 53, pedagang Pasar Peterongan mengeluhkan lapak yang disediakan tidak sesuai harapan, atau terlalu sempit. Selain itu dalam kondisi terbuka tanpa sekat. Menurutnya, pedagang  harus membangun lagi fasilitas agar bisa aman untuk menaruh barang. ”Memang, bersyukur upaya pemerintah melakukan pembangunan revitalisasi pasar tradisional. Tetapi sangat disayangkan, lapak di dalam Pasar Peterongan yang berupa kotak-kotak ini terlalu minimalis. Sehingga tidak bisa menampung barang-barang dagangan pakaian,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menegaskan, ada sembilan pasar tradisional di Kota Semarang hingga Januari 2017 ini belum ditempati oleh pedagang. ”Kami menargetkan hingga 31 Januari 2017 mendatang, sembilan pasar tersebut harus sudah ditempati pedagang. Termasuk Pasar Peterongan,” katanya.

Dikatakannya, sejauh ini masih menerima keluhan-keluhan pedagang sehingga tidak mau menempati pasar yang sudah dibangun. ”Biasanya, keluhan pedagang terkait dengan luasan kios dan fasilitas. Makanya, nanti pedagang akan kami kumpulkan untuk mengetahui apa keinginan pedagang,” katanya.

Tetapi Fajar meminta agar semua pedagang mau tidak mau harus segera menempati bangunan pasar yang telah dibangun. ”Yang penting harus masuk dulu. Pemkot Semarang sudah membangun pasar dengan biaya besar. Jika memang ada fasilitas yang kurang, nanti akan kami perbaiki dengan mengajukan anggaran,” katanya. (amu/zal/ce1)

Latest news

Related news