31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

Turun Tangan, Stabilkan Harga Pasar

SEMARANG  – Di 2017 ini masyarakat diberi hadiah tidak mengenakkan dengan melambungnya harga komoditas cabai yang sangat tinggi. Mulai pasca tahun baru hingga saat ini harga cabai rawit merah terus mengalami peningkatan dan diikuti komoditas pokok lainnya.

DPRD Jateng mengaku prihatin dengan naiknya harga cabai. Sebagaimana diketahui, harga cabai di sejumlah daerah melonjak naik sampai Rp 100 ribu per kilogram (kg). Bahkan di beberapa daerah ada yang mencapai Rp 200 ribu per kg. Pemprov Jateng harus hadir dan segera melakukan upaya untuk mengendalikan harga cabai yang semakin meroket. ”Kenaikan harga ini jelas merugikan masyarakat. Harusnya pemerintah bisa menstabilkan harga di pasar,” kata anggota Komisi B DPRD Jateng, Ikhsan Mustofa.

Ia sangat menyayangkan dengan lambannya penanganan pemerintah mengendalikan harga. Bahkan ia cukup kecewa dengan Kementerian Perdagangan yang berencana tak akan melakukan intervensi harga cabai. Sebab, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan tak akan melakukan intervensi harga cabai dan tidak bisa menjamin harga cabai bisa turun dalam waktu dekat. ”Ini jelas terlalu lambat penanganannya. Pemerintah terkesan tidak mau ikut campur,” ujarnya.

Masyarakat harus bisa mulai melakukan pemanfaatan lahan rumah dengan menanam cabai sendiri dan mengonsumsi cabai kering. Dengan begitu masyarakat tetap bisa mengonsumsinya dan tidak terpengaruh dengan kenaikan harga, selan itu bisa juga dengan mengonsumsi cabai kering. ”Masyarakat harus bisa lebih kreatif, karena cabai merupakan kebutuhan pokok harus bisa memanfaatkan lahan pekarangan rumah,” tambah Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng, Yudhi Sancoyo.

Di sejumlah pasar tradisonal di Jateng, komoditi cabai bahkan menyentuh angka Rp 100 ribu/kg. Di Kota Solo misalnya, harga cabai naik 400 persen dibanding dengan kondisi normal sebagai dampak menurunnya pasokan saat musim hujan. Di Pasar Kleco Solo, Senin, harga cabai rawit warna merah dijual mencapai Rp 100 ribu per kilogram, cabai keriting merah Rp 30 ribu/kg, dan rawit hijau Rp 50 ribu/kg. ”Jateng sebenarnya banyak petani yang menanam cabai, tetapi karena harga dikuasai pasar akhirnya petani tetap dirugikan,” tambahnya. (fth/zal/ce1)

Latest news

Related news