31 C
Semarang
Selasa, 11 Mei 2021

Pemprov Harus Tingkatkan Pengawasan

SEMARANG – DPRD meminta agar pemprov memperketat pengawasan di wilayah Jawa Tengah. Langkah ini sebagai antisipasi agar Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal tidak bisa masuk ke Jateng. Sebab, Jateng merupakan salah satu provinsi yang sedang berkembang dalam hal industri.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Jateng Fuad Hidayat mengatakan, di Jateng banyak daerah yang memiliki perusahaan mempekerjakan tenaga asing. Untuk itu, perlu adanya pengawasan intensif kepada para tenaga kerja asing agar tidak menimbulkan isu-isu yang kurang baik. ”Pengawasan terhadap orang asing dan TKA itu harus diperketat terutama oleh dinas terkait sehingga semua bisa terdata dan termonitor oleh Pemerintah Kabupaten agar tidak terjadi konflik sosial dan menimbulkan diskriminasi terhadap pekerja di sini,” katanya.

Menurutnya pemprov harus membentuk tim pengawasan khusus untuk mendata TKA tersebut. Selain itu, adanya sinkronisasi data antara dinas terkait seperti Kesbangpol, Imigrasi, dan Bapermasdukcapil di daerah harus digalakkan. ”Agar fungsi koordinasi, pengawasan dan tindakan menjamin keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa berjalan,” tambahnya.

Keberadaan tenaga asing harus menjadi perhatian utama bagi pemprov. Apalagi di tengah kondisi kemiskinan yang masih menjadi persoalan serius di Jawa Tengah. Untuk itu dibutuhkan koordinasi dan pengawasan ketat agar Jateng bisa bebas dari tenaga asing ilegal. ”Pihak imigrasi harus benar-benar memperketat dan selalu melakukan inspeksi mendadak agar tenaga asing ilegal bisa diantisipasi,” tambah anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv.

Ia menambahkan, keberadaan tenaga asing ilegal jelas mengancam tenaga lokal. Harus ada kebijakan yang tegas yang dilakukan sebagai upaya agar bisa membentengi dari tenaga asing ilegal. Salah satunya dengan melakukan penindakan tegas bagi tenaga asing ilegal yang ada di Jateng. ”Jika ketahuan harus dideportasi, ini harus dilakukan tegas dan cepat,” tambahnya. (fth/zal/ce1)

Latest news

Related news