31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

BI-MUI Berdayakan Ekonomi Umat

SEMARANG – Bank Indonesia (BI) Jateng dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng akan menjalin kerja sama dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi umat.

”Literasi perbankan dan keuangan syariah Insya Allah akan kami kerjakan bersama-sama dengan Majelis Ulama melalui bahasa dan pendekatan agama,” kata Direktur BI Rahmat Dwisaputra, kemarin.

Direktur BI juga menyampaikan isu-isu negatif terkait penerbitan uang emisi baru 2016 yang beredar di masyarakat.

Menurutnya, isu-isu tersebut tidak benar dan diharapkan MUI Jawa Tengah dapat membantu menyampaikan kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dan ikut menyebarkan isu-isu negatif yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Menurut Direktur BI Jateng, penerbitan rupiah tahun emisi 2016 adalah amanat Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang. Undang-undang tersebut antara lain mengatur mengenai ciri-ciri umum dan khusus yang dimuat dalam rupiah. Pada 19 Desember 2016, Bank Indonesia meluncurkan 11 pecahan rupiah.

Terdiri atas 7 pecahan uang kertas dari pecahan Rp 100.000 sampai dengan Rp 1.000 dan 4 pecahan uang logam dari pecahan Rp 1.000 sampai dengan Rp 100.

Rahmat menyampaikan bagaimana cara mengidentifikasi keaslian uang rupiah. Seperti warna serupa dengan Yuan, dicetak di PT Pura Barutama Kudus, Pemilihan gambar pahlawan nasional pada rupiah yang tidak dilakukan secara cermat. Adanya gambar palu arit pada rupiah dan lain-lain.

Sementara itu Ketua Umum MUI Jateng Kiai Darodji berjanji melalui bahasa agama akan berusaha melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada masyarakat mengenai ketahanan nilai rupiah. (*/zal/ce1)

Latest news

Related news