33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Wilayah Miskin Perlu Digelontor CSR

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pemprov Jateng mengimbau kepada seluruh perusahaan ikut mengintervensi daerah-daerah yang masuk dalam zona merah kemiskinan. Intervensi bisa dilakukan lewat program corporate social responsibility (CSR).

Pemprov telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) pada akhir Desember 2016 lalu. Melalui regulasi tersebut, pemprov mewajibkan seluruh perusahaan, baik milik pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun perusahaan swasta yang ada di wilayah ini untuk menyalurkan dana CSR.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) TJSLP Hendri Wicaksono menjelaskan, TJSLP dapat berupa pemberdayaan masyarakat, kemitraan, bina lingkungan, sumbangan, maupun promosi. Programnya harus dirancang oleh perusahaan sebagai bentuk kontribusi dan kepedulian sosial yang dihadapi masyarakat.

Seperti di bidang pendidikan, kesehatan, olahraga, seni, budaya, pariwisata, kesejahteraan sosial, usaha ekonomi rakyat, keagamaan, perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan pertanian. Selain itu perkebunan, serta kehutanan. Kemudian bidang peternakan, kelautan dan perikanan, energi baru terbarukan, kedaruratan, pendampingan umum, infrastruktur, dan bidang lain yang bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pihaknya pun mengimbau agar perusahaan yang akan melakukan CSR, jangan hanya digelar di ring satu atau sekitar kantor saja. ”Kami anjurkan ke daerah lain yang membutuhkan, terutama yang angka kemiskinannya masih tinggi,” ucapnya.

Dengan begitu, CSR bisa lebih optimal karena masyarakat benar-benar merasakan manfaat adanya perusahaan tersebut. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menjelaskan, TJSLP wajib dilakukan oleh perusahaan yang berstatus pusat, cabang, ataupun kantor operasional yang berkedudukan di wilayah Jateng.

Sementara untuk perusahaan skala mikro dan kecil cukup melaksanakannya sesuai kemampuan dan kondisi perusahaan. Setiap penyaluran TJSLP juga harus memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Sehingga penyalurannya dapat terarah sesuai rencana kerja pemerintah daerah.

”Jadi nanti tiap perusahaan yang akan menyalurkan harus koordinasi dengan pemerintah daerah. Data akan diberikan oleh pemerintah, sesuai dengan fokus pembangunan di kabupaten dan kota tersebut, misalnya soal kemiskinan,” bebernya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi E DPRD Jateng, Hasan Asyari mengatakan saat ini sektor kemiskinan sedang membutuhkan perhatian lebih. Jika hanya diintervensi pemerintah saja, progresnya akan cukup lambat. ”Dengan menggandeng perusahaan, diharapkan  mampu mendukung keterbatasan anggaran pemerintah dalam pengentasan kemiskinan,” ucapnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menambahkan kemiskinan dan pengangguran di Jateng tidak bisa dituntaskan jika hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah. Perlu ada kepedulian dari pihak swasta terhadap kondisi lingkungannya. ”Maka soal kemiskinan itu, semuanya harus bareng-bareng, antara pemerintah dan swasta, dikeroyok bersama-sama,” katanya. (amh/ric/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ingin Jadi Pelatih, Tak Diberi Kesempatan

RADARSEMARANG.COM - Kabupaten Demak pernah memiliki atlet dayung kenamaan. Mereka kerap malang melintang dalam kejuaraan nasional dan internasional, mengharumkan nama Indonesia. Yaitu, Syafi’i dan...

Gagalkan Penyelewengan 48 Ton Beras

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Dugaan penyelewengan sebanyak 48 ton beras milik Bulog, berhasil digagalkan oleh Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polrestabes Semarang bersama Sat Reskrim...

PWI Demak Beri Penghargaan Tokoh

DEMAK-Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Demak menganugerahkan penghargaan kepada beberapa tokoh inspiratif di Kota Wali. Ini merupakan kali pertama digelar untuk mengapresiasi kiprah dan peran...

Lagi, Pelajar Tawuran, Bawa Sajam

SEMARANG-Tawuran yang melibatkan para pelajar kembali terjadi di Kota Semarang. Kali ini, terjadi di kawasan Jalan Kiai Saleh, tepatnya di depan kantor jasa JNE,...

16 Pelajar Diciduk Satpol

TEGAL- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tegal kembali melakukan razia pelajar bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta kepolisian, Rabu (22/11). Dalam...

Awasi Peredaran PCC, Polisi Pantau Apotek

BREBES-Polres Brebes menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memantau keberadaan apotek untuk mengawasi keberadaan obat-obatan berbahaya atau pil paracetamol, caffeine dan carioprodol (PCC) agar tidak...