Beranda Berita Sawah Besar Angkat Potensi Roti dan Meja Belajar

Sawah Besar Angkat Potensi Roti dan Meja Belajar

Others

SAWAH BESAR – Perkampungan yang sebelumnya dikenal kumuh karena menjadi wilayah langganan banjir dan rob, seperti Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari, kini mulai berbenah. Berbagai potensi yang dimiliki warga setempat mulai tergali sejak adanya Program Kampung Tematik yang digalakkan oleh Pemkot Semarang.

Potensi yang hendak diangkat di kelurahan tersebut adalah pusat produksi roti di Kampung Batursari RW 6 dan kerajinan meja belajar di Kampung Pandansari RW 2 Kelurahan Sawah Besar.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diprakarsai oleh para warga ini memiliki kekuatan luar biasa.

”Pembuatan roti yang melibatkan banyak warga tersebut juga menjadi juara 1 UMKM tingkat Jawa Tengah. Sedangkan untuk pembuatan kerajinan meja belajar sudah dikirimkan ke luar Jawa, Kalimantan dan Sulawesi,” kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Sawah Besar, Mulyadi, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (10/1).

Dikatakannya, keberadaan dua potensi tersebut sangat membantu iklim perekonomian masyarakat setempat. ”Sebetulnya banyak potensi yang lain. Tapi belum tergarap, karena terkendala permodalan,” katanya.

Namun demikian, adanya kreativitas bisnis yang melibatkan banyak warga seperti pembuatan produk roti dan kerajinan meja belajar tersebut, menjadi produk unggulan di Kelurahan Sawah Besar. ”Ini sangat membantu sekali untuk meningkatkan taraf ekonomi warga di Kelurahan Sawah Besar. Pemberdayaan ibu-ibu PKK untuk pembuatan roti ini berjalan baik. Meski masing-masing RT rata-rata baru bisa merekrut lima orang untuk bekerja,” katanya.

Menurutnya, masyarakat Sawah Besar memiliki keinginan untuk melakukan perubahan. Baik pembangunan, maupun taraf ekonomi. Sejauh ini, Sawah Besar dikenal tertinggal dan tingkat ekonomi masyarakat di bawah standar. Dulu, Sawah Besar dikenal dengan anggapan negatif soal ”Kandang Kebo” yakni tempat prostitusi. ”Tetapi sejak 1990 silam, sudah berubah, sampai saat ini perubahan drastis sudah terlihat,” katanya.

Camat Gayamsari Bambang Purnomo Aji mengakui wilayah Sawah Besar selama ini termasuk tertinggal. Namun demikian, perkembangan hingga saat ini cukup menggembirakan dengan adanya berbagai pembangunan-pembangunan yang diaplikasikan melalui Musrenbang. ”Saya berharap semua pihak bersama-sama bisa mendukung program-program yang dijalankan. Sehingga bisa mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Salah satunya program Kampung Tematik,” katanya.

Melalui Kampung Tematik, lanjutnya, berbagai potensi yang dimiliki warga setempat bisa tergarap. Sehingga akan muncul UMKM-UMKM lain yang mampu menaikkan taraf ekonomi masyarakat setempat. ”Berbagai fasilitas saat ini sudah ada. Misalnya pembangunan fasilitas balai kelurahan baru. Nantinya diharapkan ada peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” katanya. (amu/zal/ce1)

Stay Connected

12,283FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News