33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Harga

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Puluhan pendemo yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Semarang menuntut pemerintahan Jokowi-JK mencabut kebijakan berbagai kenaikan tarif saat ini. Aksi unjuk rasa tersebut digelar Selasa (10/1) sekitar pukul 10.00 di depan Gubernuran, Jalan Pahlawan.

Peserta aksi menyuarakan penolakan kenaikan tarif dan harga. Di antaranya naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dan kenaikan tarif listrik.  Pendemo menuntut tiga hal kepada pemerintah. Yaitu mendesak segera mencabut kebijakan-kebijakan yang dianggap menyengsarakan rakyat kecil. Selain itu, pemerintah juga harus berani menolak kapitalisme dan imperialisme. Serta menstabilisasikan kembali perekonomian dalam negeri.

”Jika pemerintah Jokowi-JK tidak mampu memenuhi tuntutan ini, ya alangkah baiknya pemerintahan yang menjabat sekarang ini untuk mundur saja. Atau kami paksa untuk mundur,” kata Koordinator Aksi, MN Faiq ZN.

Kebjakan tersebut ditetapkan pemerintah sejak 5 Januari 2017. Berlanjut ke terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 60 tahun 2015 tentang jenis dan tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) tertanggal 6 Desember 2016 yang berlaku 6 Januari 2017.

Faiq menyebutkan kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, tarif listrik, dan STNK ini sangat tidak rasional. Menurutnya kebijakan kenaikan tarif ini nantinya menjadi pukulan telak terhadap masyarakat kecil. Bahkan, dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan baru di tengah masyarakat. ”Semuanya itu menjadi pukulan telak bagi masyarakat kelas menengah ke bawah dan ini harus dihapuskan. Menurut saya kebijakan ini kurang pas,” katanya.

Aksi sempat memanas lantaran orasi mereka tidak mendapat respons dari pemerintah maupun wakil rakyat yang ada di DPRD Jateng. Bahkan, sejumlah mahasiswa juga akan melakukan pembakaran ban. ”Sudah hampir tiga jam, tidak ada satu pun mereka turun ke sini. Kami hanya ingin aspirasi ini didengar dan disampaikan kepada pemerintah pusat,” tegasnya.

Beruntung, aksi bakar ban tidak terjadi karena dihalau oleh aparat kepolisian yang telah mengawal aksi ini. Meski sempat terjadi ketegangan, aksi ini tidak menimbulkan kericuhan dan tetap berjalan damai. (mha/ric/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Penurunan Kemiskinan Belum Signifikan

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menilai Bank Jateng harus punya kontribusi menurunkan angka kemiskinan dan membantu pelaku ekonomi menengah. Hal itu dikatakan...

Kompleks Kantor Bupati Terendam Banjir

KENDAL—Kompleks Kantor Bupati Kendal kembali digenangi banjir, akibat Kali Kendal meluap setelah semalaman diguyur hujan. Kondisi tersebut menghambat aktivitas sejumlah Aparat Sipil Negara (ASN)...

Kilat Khusus untuk Belanja Online

WONOSOBO – Perilaku masyarakat Indonesia berbelanja secara online terus meningkat. Kondisi ini membuat perusahaan jasa pengiriman paket/barang makin bergairah. Peluang ini, turut dicermati dan...

Sudirman Bertekad Dirikan Akademi Perangkat Desa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Mendeklarasikan diri sebagai gubernurnya orang miskin dan orang desa, Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said bertekad mendirikan Akademi Perangkat Desa. Pasangan...

Jadi Bandar Sabu, Anggota Intel Ditangkap

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Anggota Polres Semarang ditangkap aparat Direktorat Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya (Ditresnarkoba) Polda Jateng di Kantor Polres Semarang, Jalan Gatot Subroto Nomor...

Cegah Kejahatan, Polres Bentuk Tim  Leopard

RADARSEMARANG.COM, KAJEN–Maraknya aksi kejahatan yang kerap terjadi di wilayah Kabupaten Pekalongan, Kapolres Pekalongan, membentuk tim khusus reaksi cepat yang diberi nama Tim Leopard, Kamis...