31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

85 Pekerja Asing Tak Terpantau

UNGARAN – Sebanyak 85 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Semarang hingga saat ini belum mengantongi surat keterangan tanda lapor (SKTL) dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat.

Kepala Kesbangpol Kabupaten Semarang Haris Pranowo mengaku sulit memantau aktivitas TKA tersebut karena belum adanya laporan. “Kalau tidak terpantau dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sebab latar belakang sosial dan kultur budaya mereka itu kan beda dengan masyarakat kita,” kata Haris, Selasa (10/11).

Dari data Kesbangpol sepanjang 2016 ada 174 warga negara asing (WNA) yang melapor dengan membuat SKTL di Kesbangpol. 174 WNA ini terdiri dari 28 orang berstatus keluarga WNA, lima mahasiswa atau pelajar dan 141 TKA.

Sementara hasil koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) diketahui ada 226 WNA yang bekerja di Kabupaten Semarang. Sehingga apabila disinkronkan terdapat 85 TKA yang belum membuat SKTL. “Ini terjadi karena kesadaran perusahaan maupun sponshorsip untuk melaporkan WNA berstatus tenaga kerja masih rendah,” tuturnya.

Menurut Haris, keberadaan TKA di Kabupaten Semarang dapat membawa dampak positif bagi perkembangan dunia usaha lokal. Sebab dengan kehadiran pekerja asing bisa terjadi transfer teknologi maupun pengetahuan ke pekerja lokal. Di sisi lain, keberadaan TKA juga bisa menjadi ancaman keutuhan negara jika ternyata status pekerja mereka hanya kedok semata.“Mereka bisa jadi tahu kondisi riil yang ada di masyarakat kita. Apalagi ideologi mereka kan beda, ini tentu bisa mengancam eksistensi bangsa kita,” katanya.

Menyikapi hal ini, Kesbangpol dan instansi lain yang tergabung dalam Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) sudah berkoordinasi untuk melakukan penyisiran di lapangan. “Tapi akan diawali dengan sosialisasi agar para WNA, baik yang tinggal di sini maupun bekerja, mentaati aturan yang berlaku,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Disnaker Kabupaten Semarang Soemardjito membenarkan kurun waktu Januari hingga Desember ada 226 warga asing yang berstatus sebagai TKA. Jumlah itu menyusut 11 orang dibanding data pada semester I 2016 lantaran kontrak habis, kembali ke negaranya. “226 TKA itu dari perusahaan atau sponshorsip yang melakukan perpanjangan IMTA (Izin Mempekerjakan Tenaga Asing) ke kami,” katanya.

Disnaker sendiri sudah mewanti-wanti agar WNA yang bekerja di Kabupaten Semarang mentaati aturan yang ada, termasuk mengurus SKTL. Dari data Disnaker jumlah TKA terbanyak berasal dari Korsel sejumlah 87 orang.

“China hanya 43 orang, India 25 orang, Philipina 19 orang, Thailand 15 orang, Jerman 13 orang dan beberapa negara lain yang jumlahnya dibawah 10 orang. Mereka mayoritas bekerja di pabrik,” katanya. (ewb/zal)

Latest news

Related news