31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Belum Dapat E-KTP, Cek ke Dukcapil

SEMARANG – Warga yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP) tapi belum mendapatkan kartunya, diimbau untuk proaktif mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapi) masing-masing kabupaten/kota. Bisa jadi, e-KTP sudah dicetak, tapi belum dikirim ke alamat yang bersangkutan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil Jateng, Sudaryanto mengungkapkan, masih ada sejumlah e-KTP yang belum didistribusikan. ”Biasanya karena terjadi alamat ganda. Jadi ada kemungkinan sudah dicetak, tapi masih di meja Dukcapil di daerah satunya,” ucapnya, Selasa (10/1).

Ada juga kemungkinan belum maksimal perekaman biometrinya. Kasus ini biasanya terjadi pada warga yang melakukan perekaman masal beberapa waktu lalu. ”Kemungkinan perekaman sidik jari yang belum lengkap, jadi tidak terekam maksimal. Jadi yang sudah melakukan perekaman sejak lama tapi belum mendapatkan e-KTP, bisa mengeceknya di Dukcapil,” imbuhnya.

Jika memang e-KTP belum tercetak, Sudaryanto meminta hal tersebut dimaklumi. Sebab, jumlah blangko yang disediakan pemerintah pusat, sangat terbatas. Bahkan stok di 2017 ini sudah habis karena beberapa waktu lalu terjadi gagal lelang.

Bagi yang belum mendapat jatah blangko, Dukcapil akan memberiman surat keterangan (suket). Fungsi suket ini sudah seperti e-KTP. Bisa digunakan untuk keperluan administrasi di berbagai hal karena yang digunakan adalah nomor induk kependudukan (NIK). ”Termasuk data pemilih di daerah yang menggelar pilkada. Jadi, belum tersedianya blangko tidak bisa jadi alasan masyarakat untuk tidak melakukan perekaman e-KTP,” katanya.

Dari datanya, hingga penutup 2016 lalu, tercatat ada 574 ribu  warga. Paling banyak di Pemalang yang mencapai 95 ribu. Disusul Kabupaten Pekalongan 27 ribu warga, dan Rembang 19 ribu warga. Untuk yang sudah melakukan perekaman, ada 25.536.860 warga. Dari angka itu, yang belum mendapatkan blangko ada 1.415.139 warga. ”Kalau lelang blangko di pusat sudah dilakukan, maka bisa langsung dicetak dan dibagikan,” ujarnya.

Dia menambahkan, daerah yang seluruh warganya sudah melakukan perekaman adalah Banyumas, Purbalingga, Purworejo, Wonosobo, Boyolali, Wonogiri, Karanganyar, Blora, Kudus, Jepara, Kendal, Kabupaten Tegal, Surakarta, Salatiga, dan Kota Pekalongan.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menyatakan, mengenai data kependudukan, memang sebagai pelaksananya adalah pemkab/pemkot. Karena itu, dia berharap, Dukcapil bisa melakukan jemput bola ke tingkat kecamatan hingga kelurahan untuk mendatangi warga yang belum melakukan perekaman. ”Yang belum punya segera rekam, urus sendiri jangan lewat calo. Kalau ada calo minta duit, foto wajahnya kirim ke Twitter saya, agar semua berjalan baik,” katanya. (amh/ric/ce1)

Latest news

Related news