33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Tolak Hoax, Pelajari Jurnalisme Kebenaran

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Fenomena berita hoax alias berita bohong yang berkembang di media sosial, menjadi tantangan generasi sekarang. Karena itu, lulusan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sultan Agung (Unissula) sudah seharusnya memahami jurnalisme kebenaran.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Amir Mahmud dalam Peresmian Kelulusan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng dan FH Unissula Angkatan II tahun 2016, di aula FH Unissula, Senin (9/1) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, dihadiri Sekda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Sri Puryono, Ketua DPRD Jawa Tengah yang diwakili oleh Sriyanto Saputro dan Sekda Kota Semarang yang diwakili Humas Pemkot Semarang, Achyani Tjokrodimejo.

”Saat ini, ada nilai-nilai kebenaran yang diabaikan dan diingkari dalam media sosial. Hal itu mengebiri jurnalisme yang mengedepankan kebenaran dalam menyampaikan berita. Bahkan untuk menjaga akurasi dan kebenaran berita, melalui proses verifikasi yang terjaga,” katanya.

Sekda Pemprov Jawa Tengah, Sri Puryono juga menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena berita hoax. Untuk menangkalkan, lulusan FH Unissula harus menjadi jurnalis yang menjunjung tinggi etika dan kebenaran serta turut mengedukasi masyarakat.

”Awak media, harus mengelola media sosial jauh dari kebencian. Sehingga yang dibutuhkan sekarang adalah mengajak masyarakat berpikir positif, bersikap solutif yang aplikatif, ketimbang menghujat di media sosial. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dijaga,” katanya.

Sedangkan Dekan FH Unissula, Djawade Hafizd menyatakan bahwa berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), lulusan FH Unissula harus memiliki skill sebagai nilai tambah, yakni skill jurnalistik. Karena itulah, diselenggarakan sekolah jurnalistik bekerja sama dengan PWI Jateng yang sudah memiliki kurikulum lengkap. ”Semangat kami, melahirkan sarjana hukum plus. Karena itulah, kami berharap ini bisa dilanjutkan mahasiswa dengan jaringan media,” harap Djawade.

Selain skill, imbuh Djawade, lulusan FH Unissula harus memperkuat nilai-nilai religiusitas, penguasaan ilmu pengetahuan dan harus memiliki sikap atau attitude yang baik, sehingga bisa berkomunikasi dengan baik. ”Mudah-mudahan lulusan kami ke depan bisa bersaing sehat dengan lulusan fakultas hukum dari perguruan tinggi lain,” tandasnya. (ida/zal/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Film Dokumenter “Jejakmu” Karya Tim Inspiratif PKM-M UPGRIS

Perjalanan hidup RA Kartini yang difilmkan oleh empat mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS). Film dokumenter berjudul “Jejakmu” itu bahkan lolos Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional...

Tinggi, Penderita Kekerdilan

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Jumlah anak-anak di Kabupaten Magelang yang menderita stunting (kekerdilan) masih cukup tinggi. Pada 2017 lalu, misalnya, tercatta ada 105 anak dari 37,6 persen...

Kantor Gudang Garam Dirampok

KENDAL - Kawanan perampok bersenjata api (senpi) beraksi di kantor distributor rokok Gudang Garam di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Senin (1/5) dini hari....

Voli Putra Terus Berbenah

SEMARANG-  Pelatih tim voli indoor putra Jateng yang disiapkan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) terus menggembleng anak asuhnya di sisa waktu menjelang pelaksanaan...

Dua Panitia Diksar Mapala UII Ditahan

JOGJA—Teki-teki siapa oknum anggota Mapala Unisi UII yang menganiaya tiga peserta The Great Camping (TGC) hingga tewas akhirnya terkuak. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka...

3 Jam Tol Salatiga-Kartasura Dilalui 700 Mobil

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Antrean kendaraan mulai terlihat di beberapa ruas jalur mudik di wilayah Kabupaten Semarang. Seperti halnya yang terlihat di jalur darurat jembatan...