Tolak Hoax, Pelajari Jurnalisme Kebenaran

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

SEMARANG – Fenomena berita hoax alias berita bohong yang berkembang di media sosial, menjadi tantangan generasi sekarang. Karena itu, lulusan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sultan Agung (Unissula) sudah seharusnya memahami jurnalisme kebenaran.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Amir Mahmud dalam Peresmian Kelulusan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng dan FH Unissula Angkatan II tahun 2016, di aula FH Unissula, Senin (9/1) kemarin. Dalam kesempatan tersebut, dihadiri Sekda Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah, Sri Puryono, Ketua DPRD Jawa Tengah yang diwakili oleh Sriyanto Saputro dan Sekda Kota Semarang yang diwakili Humas Pemkot Semarang, Achyani Tjokrodimejo.

”Saat ini, ada nilai-nilai kebenaran yang diabaikan dan diingkari dalam media sosial. Hal itu mengebiri jurnalisme yang mengedepankan kebenaran dalam menyampaikan berita. Bahkan untuk menjaga akurasi dan kebenaran berita, melalui proses verifikasi yang terjaga,” katanya.

Sekda Pemprov Jawa Tengah, Sri Puryono juga menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena berita hoax. Untuk menangkalkan, lulusan FH Unissula harus menjadi jurnalis yang menjunjung tinggi etika dan kebenaran serta turut mengedukasi masyarakat.

”Awak media, harus mengelola media sosial jauh dari kebencian. Sehingga yang dibutuhkan sekarang adalah mengajak masyarakat berpikir positif, bersikap solutif yang aplikatif, ketimbang menghujat di media sosial. Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus dijaga,” katanya.

Sedangkan Dekan FH Unissula, Djawade Hafizd menyatakan bahwa berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), lulusan FH Unissula harus memiliki skill sebagai nilai tambah, yakni skill jurnalistik. Karena itulah, diselenggarakan sekolah jurnalistik bekerja sama dengan PWI Jateng yang sudah memiliki kurikulum lengkap. ”Semangat kami, melahirkan sarjana hukum plus. Karena itulah, kami berharap ini bisa dilanjutkan mahasiswa dengan jaringan media,” harap Djawade.

Selain skill, imbuh Djawade, lulusan FH Unissula harus memperkuat nilai-nilai religiusitas, penguasaan ilmu pengetahuan dan harus memiliki sikap atau attitude yang baik, sehingga bisa berkomunikasi dengan baik. ”Mudah-mudahan lulusan kami ke depan bisa bersaing sehat dengan lulusan fakultas hukum dari perguruan tinggi lain,” tandasnya. (ida/zal/ce1)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -