33 C
Semarang
Kamis, 2 Juli 2020

Tak Riasukan Pembatasan Usia

Another

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru...

SEMARANG – Head coach PSIS, Subangkit mengaku tidak ambil pusing soal rencana aturan pembatasan usia yang akan diterapkan di kompetisi Divisi Utama 2017 dimana tim-tim kontestan kompetisi kasta kedua hanya dibolehkan menggunakan pemain dengan usia maksimal 25 tahun dan hanya boleh merekrut lima pemain yang berusia 25 tahun keatas.

“Justru ini sudah saatnya bagi pemain-pemain muda untuk mulai turun di kompetisi profesional. Tim-tim besar Eropa saja sudah berani memberi kesempatan kepada pemain-pemain berusia 17 tahun untuk tampil,” beber Subangkit.

Apalagi lanjut Subangkit visi tim berjuluk Mahesa Jenar musim ini juga akan banyak menggunakan pemain-pemain muda untuk bertarung memperebutkan tiket promosi ke kompetisi kasta tertinggi musim depan.

Dari 12 pemain yang saat ini telah direkrut oleh PSIS, hanya ada tiga nama yaitu Johan Yoga Utama, Hari Nur Yulianto serta M Yunus yang berusia diatas 25 tahun. Sisanya adalah pemain-pemain muda dibawah 25 tahun.

“Berarti masih ada sisa kuota dua pemain di atas 25 tahun. Rencana kami satu pemain diantaranya adalah untuk pos penjaga gawang karena kami masih butuh satu lagi penjaga gawang,” sambung Subangkit.

Terkait dengan aturan tersebut, Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho ditemui di tempat yang sama di Stadion Jatidiri Semarang kemarin berharap operator kompetisi bisa segera menelurkan manual liga sebagai panduan regulasi gbagi tim-tim peserta.

Karena meskipun aturan mengenai pembatasan usia telah disepakati di kongres, bukan tidak mungkin dalam perjalananya mengalami perubahan sebelum ditetapkan menjadi manual liga resmi yang dikeluarkan oleh operator.

“Karena dengan segera dikeluarkanya aturan otomatis tim-tim termasuk PSIS juga akan semakin mantab untuk melangkah. Apalagi kaitanya dengan perekrutan pemain. Dengan adanya regulasi pembatasan usia kami juga harus hati-hati menentukan pemain yang akan direkrut,” terangnya.

Sementara Sore (9/1) kemarin, PSIS mulai menggelar seleksi terhadap pemain-pemain binaan 25 klub anggota Askot PSSI Semarang. Tak tanggung-tanggung sebanyak 48 pemain berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka di hadapan tim pelatih.

Coach Subangkit rencananya akan melakukan seleksi terhadap pemain-pemain muda yang mayoritas berasal dari Kota Semarang itu hingga Hari (10/1) ini dan akan menentukan pemain-pemain yang akan bergabung bersama tim Mahesa Jenar musim ini. (bas)

Latest News

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

Tiga Bersamaan

Tiga orang hebat ini punya ide yang mirip-mirip. Hafidz Ary Nurhadi di Bandung, dr Andani Eka Putra di Padang dan Fima Inabuy di Kupang,...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menjadi Guru Bahasa Jawa Zaman Now

RADARSEMARANG.COM - SISWA yang lahir pada masa kini (zaman now) merupakan generasi yang sangat melek dengan teknologi. Mereka hidup pada abad yang penuh gejolak...

Fasilitasi Pendirian Tujuh Togoro

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Guna meningkatkan mutu usaha perekonomian warga, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian Perdaganan (Diskumperindag) Kabupaten Semarang memfasilitasi pendirian tujuh Toko Gotong Royong...

Munculkan Varian Baru Buah Durian

SEMARANG-Ada dua daerah di Kota Semarang yang memiliki potensi penghasil buah durian unggulan, yakni Gunungpati dan Mijen. Wali Kota Hendrar Prihadi ingin Semarang dikenal...

Bangun PPSM Sakti dengan Pondasi yang Kuat

Anggota DPRD Kota Magelang berwajah ganteng ini, masih dipercaya oleh manajemen PPSM Sakti Magelang untuk menangani tim kebanggaan warga Kota Magelang. Tercatat, Sallafudin pernah...

Perempuan Dilatih Komputer

WONOSOBO - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB PP PA) Kabupaten Wonosobo menggelar pelatihan komputer dasar di Gedung Wanita,...

Udinus Rutin Gelar Tes Urine

KEPALA Hubungan Masyarakat Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Agus Triyono mengatakan, Udinus memiliki langkah-langkah strategis untuk mencegah mahasiswa terlibat narkoba. ”Udinus telah melakukan langkah-langkah...