33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Pastikan Nelayan Tinggalkan Cantrang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG – Gerakan Nelayan Tani Indonesia (Ganti) Jateng akan lebih intens mengawal nelayan selama enam bulan masa transisi penggantian alat tangkap cantrang. Terutama memastikan nelayan cantrang mengganti alat tangkap yang lebih ramah lingkungan.

Ketua Ganti Jateng, Widhi Handoko menjelaskan, keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memberikan perpanjangan masa berlaku penggunaan cantrang, bisa menjadi angin segar bagi nelayan. Hanya saja, para nelayan ingin masa transisi yang lebih panjang lantaran butuh waktu untuk renovasi kapal agar kompatibel dengan alat tangkap baru.

Untuk satu kapal, diperkirakan memakan waktu antara dua hingga tiga bulan. Hal itu diperparah dengan jumlah dok atau bengkel kapal di Jateng terbatas. Padahal, di Jateng ada ribuan kapal cantrang yang harus direnovasi.

”Kalau soal cukup atau tidaknya perpanjangan waktu, belum bisa dibuktikan. Nanti akan kami advokasi lagi. Tapi kami yakin, kalau memang tidak cukup waktu, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan baru,” ucapnya, Senin (9/1).

Widhi optimistis, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo akan terus berjuang, mendorong pemerintah pusat hingga memberi keputusan yang pro nelayan. Apalagi, pemerintah saat ini berlatar belakang PDIP. Dan basis PDIP adalah rakyat kecil, termasuk nelayan. ”Jadi saya yakin, pemerintah tidak akan melakukan tekanan ke nelayan. Justru memperjuangkan mereka,” tegasnya.

Dia menilai, keputusan KKP ini sudah memberikan angin segar bagi nelayan cantrang. Meski waktunya sempit, nelayan masih leluasa mencari nafkah sembari melakukan adaptasi penggunaan alat tangkap yang dianggap ramah lingkungan.

Pihaknya mengaku akan terus menjembatani antara nelayan, pemerintah, dan aparat hukum terkait masa transisi peralihan alat tangkap ini. ”Terutama dengan aparat. Kami sudah meminta agar para nelayan diberi toleransi. Kalau ada yang melanggar, mohon untuk diberi pengarahan. Tidak langsung ditangkap dan dihukum,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Lalu M Syafriadi mengakui, masa transisi yang relatif sempit ini menjadi problem baru bagi nelayan. Mau tidak mau, mereka harus cepat-cepat mengganti alat tangkap. Termasuk mencari dana untuk membeli alat tangkap baru.

Karena itu, dalam waktu dekat ini, pihaknya akan berkonsultasi dengan KKP untuk mencari solusi. ”Soal akan ada perpanjangan masa tansisi atau tidak, kami belum tahu. Persoalan ini akan diangkat dulu ke KKP,” tegasnya.

Dalam konsultasi tersebut, pihaknya juga akan menentukan sejumlah masalah lain. Mana yang harus ditangani pemerintah pusat, dan mana yang bisa ditangani Pemprov Jateng. ”Tapi yang utama, konsultasi soal jumlah kapal dan dok yang tidak berimbang,” cetusnya. (amh/ric/ce1)

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...