33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Kali Nobo Tercemar Limbah

Warna Hitam, Bau Menyengat

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SALATIGA-Sejumlah sungai di perbatasan Kabupaten Semarang dan Kota Salatiga diduga tercemar. Air di Kali Nobo, Kali Jetis, Kali Patemon, Kali Sanjaya hingga Kali Suruh berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau busuk.

Pencemaran ini diduga berasal dari limbah pengolahan kayu sengon PT Makmur Alam Sentosa (MAS). Di sekumlah lokasi tepi sungai juga ada tumpukan potongan kayu yang tidak terpakai.

Jawa Pos Radar Semarang yang ditemani warga Nobo Etan, Kelurahan Noborejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Senin (9/1), menyusuri sungai, khususnya di Kali Nobo yang melewati Nobo Etan dan Nobo Tengah airnya terlihat hitam pekat, namun tak lengket. Namun ada sebagian material terlihat mengendap serta berbau menyengat. Pencemaran tersebut sudah terjadi lebih dari setahun. Ikan-ikan dan udang yang dulu hidup di sungai juga sudah banyak yang mati.

“Dulu air kalinya dibuat untuk nyuci dan mandi, sekarang sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi, padahal sebelumnya airnya bersih,” kata warga Nobo Etan, Nasirun saat menemani koran ini menyusuri kali. Masyarakat sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ini tapi tak pernah ada tindakan jelas.

Warga Nobo Etan lain, Romjani juga mengeluhkan hal yang sama. Ia menyarankan, perusahaan harusnya menampung limbah dan menjernihkan, sebelum dialirkan ke sungai. Warga juga pernah mendemo PT MAS namun belum ada tindakan hingga sekarang.

“Dulu ikan dan udang banyak di kali ini, sekarang punah dan mati. Bahkan hewan minum air limbahnya langsung penyakitan,” jelas Romjani.

Menurutnya, limbah biasanya dibuang sekitar pukul 08.00 atau 09.00. Warga saat masih kebingungan harus melapor ke mana lagi agar keluhan mereka diperhatikan.

Terpisah ketika dikonfirmasi, General Affair (GA) PT MAS yang membidangi bagian umum, Nur Wasesa menjelaskan, masukan warga akan diperhatikan. Pihak perusahaan akan memeriksa langsung sungai yang diduga tercemar.

Menurut Wasesa, warga pernah menyampaikan komplain terkait asap pembakaran. Pihak perusahaan menanggapi keluhan tersebut dengan meninggikan cerobong asap.

“Komplain terbaru memang belum disampaikan ke kami, biasanya warga datang langsung ke pabrik. Namanya pabrik ada plus minusnya Mas, kalau minus pasti komplain dan itu wajar,” kata Wasesa saat ditemui di perusahaannya.

Berkaitan dengan pembuangan limbah, perusahaan sudah memiliki alat penyaring. Namun dengan adanya keluhan warga, kapasitas penyaring akan dicek ulang.

“Yang pertama jelas komplain ini akan kita respon, kita reduksi sekecil mungkin adanya masalah,” jelasnya. (jks/ton)

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dukung Istri Jadi Dokter Kaum Dhuafa

RADARSEMARANG.COM - MEMILIKI istri seorang dokter spesialis rehabilitasi medik, bagi Hersteyo Pramono adalah anugerah. Apalagi istrinya, Septiana Willyanti bukan dokter sembarangan. Jebolan Fakultas Kedokteran...

Accidental Speaker, Tingkatkan Kemampuan Berbicara

RADARSEMARANG.COM - PEMBELAJARAN Bahasa Jawa di sekolah bertujuan  untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam berkomunikasi secara  lisan atau tulisan yang cocok dengan etika dan budaya...

Kembangkan Kota Lama, Sinergi dengan BUMN

SEJUMLAH Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki aset di kawasan Kota Lama Semarang tergelitik untuk ikut membantu Pemkot Semarang demi mewujudkan kawasan penginggalan...

Dorong UMKM Dapat Akses KUR

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Dinas Perdagangan, UKM dan Koperasi Pemkab Demak, terus berupaya memperjuangkan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk tetap eksis...

Ganjar : Tak Ada Penyelundupan Pupuk

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kartu Tani yang menjadi program unggulan Ganjar Pranowo ketika menjabat Gubernur Jateng, diserang untuk keperluan politik jelang Pilgub. Kartu yang diberikan...

Empat Pendonor akan Terima Satyalencana

MAGELANG – Empat pendonor darah asal Kota Magelang yang telah mendonorkan darahnya hingga 100 kali, akan mendapatkan tanda kehormatan Satyalencana Kebaktian Sosial Donor Darah...