33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

Desak RUU Pertembakauan Segera Disahkan

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG – Sekitar seribu petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (9/1). Mereka menuntut agar gubernur mendorong presiden segera mengesahkan RUU Pertembakauan. Sebab dalam RUU tersebut, mengatur batasan jumlah tembakau impor.

Dalam aksinya, para petani tembakau yang datang dari Temanggung, Wonosobo, Demak, Klaten, dan Boyolali dengan mengendarai bus ini menyuguhkan atraksi kesenian tradisional. Yaitu memainkan sejumlah angklung hingga menjadi instrumen. Sementara massa lain, membawa beberapa spanduk bertuliskan ”RUU Tembakau Segera Disahkan”, ”Tolak Impor Tembakau Sekarang”, dan ”Utamakan Tembakau Lokal”.

Koordinator Aksi, Ariyanto Sigit berorasi, aksi tersebut dilatarbelakangi keresahan petani tembakau yang tersingkir keberadaan tembakau impor. Praktis, nyaris seluruh petani tembakau di Jateng mengalami kerugian karena hasil tanam mereka tidak terserap industri. ”Padahal petani tembakau menyumbang Rp 170 triliun per tahun untuk negara. Tapi ironis, kebijakan pemerintah justru merugikan petani tembakau dalam negeri,” ucapnya.

Ketua APTI Jateng, Wisnu Brata menambahkan, pihaknya meminta Presiden Joko Widodo segera mengesahkan RUU Pertembakauan yang saat ini drafnya sudah sampai di meja DPR RI. Jika RUU itu disahkan, petani tembakau lokal akan terlindungi karena ada peraturan, industri hanya boleh mengolah tembakau impor sebesar 20 persen saja. Sedangkan 80 persennya harus hasil dari petani tembakau lokal.

Dijelaskan, dari tahun ke tahun, jumlah impor tembakau terus membengkak. 2016 lalu, sudah mencapai 65 persen. ”Pemerintah harus memproteksi petani lokal. Maka kami minta gubernur agar menyampaikan ke Pak Presiden. Produk kami sudah mencukupi kebutuhan tembakau Indonesia,” bebernya.

Dia mengaku, produksi tembakau lokal sudah mampu mencukupi kebutuhan industri. Memang, beberapa waktu lalu, hasil tembakau lokal jeblok karena diterjang cuaca ekstrem. Selain kuantitasnya terjun bebas, kualitasnya juga menurun. ”Tapi kalau menyumbang 80 persen kebutuhan industri, kami masih sanggup. Soal kualitas, bisa ditingkatkan,” tegasnya.

Siang itu, massa APTI Jateng yang menggeruduk kantor gubernur ditemui pihak Pemprov Jateng lewat Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Heru Setiadi serta perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan. Meski begitu perwakilan petani tembakau masih tidak terima. Mereka ingin ditemui Gubernur Jateng langsung. (amh/ric/ce1)

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Angkot Mogok, Muncul Gerakan Nebeng Gratis

SALATIGA –Puluhan mobil dan sepeda motor pribadi di Kota Salatiga mendadak menjadi ‘angkutan’ bagi masyarakat umum. Para pemilik kendaraan pribadi ini rela mengantarkan pelajar...

Konsekuensi Logis, Bentuk Karakter Disiplin Siswa

GAGAP pendidikan karakter pada siswa  itulah yang saat ini dialam bangsa kita. Pola asuh dan pendidikan yang keliru, turut andil membentuk kegagapan pendidikan karakter...

Kader PKK Dilatih Olah Makanan Lokal

KAJEN – Tim Penggerak PKK dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pekalongan, Jumat (15/12), menggelar pelatihan cipta menu beragam bergizi seimbang dan aman...

Usung Misi Revans Atas Arema

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tim PSIS Semarang bakal melakoni laga perdana turnamen pra musim Piala Gubernur Kaltim (PGK) 2018 versus Arema FC yang akan digelar di Stadion...

Santri Harus Bisa Jadi Tenaga Terampil

KENDAL—Pondok Pesantren diminta menyiapkan para santrinya untuk dididik menjadi tenaga kerja terampil ataupun tenaga kerja terdidik. Sebab, kehadiran Kawasan Industri Kendal (KIK) menjadikan Kabupaten...

Tembakau Gorila Masuk Magelang

MAGELANG - Merokok bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Apalagi bila yang dihisap adalah tembakau gorila. Bisa-bisa malah berurusan dengan polisi. Seperti yang dialami dua pemuda...