33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Desak RUU Pertembakauan Segera Disahkan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Sekitar seribu petani tembakau yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jateng menggelar aksi di depan kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Senin (9/1). Mereka menuntut agar gubernur mendorong presiden segera mengesahkan RUU Pertembakauan. Sebab dalam RUU tersebut, mengatur batasan jumlah tembakau impor.

Dalam aksinya, para petani tembakau yang datang dari Temanggung, Wonosobo, Demak, Klaten, dan Boyolali dengan mengendarai bus ini menyuguhkan atraksi kesenian tradisional. Yaitu memainkan sejumlah angklung hingga menjadi instrumen. Sementara massa lain, membawa beberapa spanduk bertuliskan ”RUU Tembakau Segera Disahkan”, ”Tolak Impor Tembakau Sekarang”, dan ”Utamakan Tembakau Lokal”.

Koordinator Aksi, Ariyanto Sigit berorasi, aksi tersebut dilatarbelakangi keresahan petani tembakau yang tersingkir keberadaan tembakau impor. Praktis, nyaris seluruh petani tembakau di Jateng mengalami kerugian karena hasil tanam mereka tidak terserap industri. ”Padahal petani tembakau menyumbang Rp 170 triliun per tahun untuk negara. Tapi ironis, kebijakan pemerintah justru merugikan petani tembakau dalam negeri,” ucapnya.

Ketua APTI Jateng, Wisnu Brata menambahkan, pihaknya meminta Presiden Joko Widodo segera mengesahkan RUU Pertembakauan yang saat ini drafnya sudah sampai di meja DPR RI. Jika RUU itu disahkan, petani tembakau lokal akan terlindungi karena ada peraturan, industri hanya boleh mengolah tembakau impor sebesar 20 persen saja. Sedangkan 80 persennya harus hasil dari petani tembakau lokal.

Dijelaskan, dari tahun ke tahun, jumlah impor tembakau terus membengkak. 2016 lalu, sudah mencapai 65 persen. ”Pemerintah harus memproteksi petani lokal. Maka kami minta gubernur agar menyampaikan ke Pak Presiden. Produk kami sudah mencukupi kebutuhan tembakau Indonesia,” bebernya.

Dia mengaku, produksi tembakau lokal sudah mampu mencukupi kebutuhan industri. Memang, beberapa waktu lalu, hasil tembakau lokal jeblok karena diterjang cuaca ekstrem. Selain kuantitasnya terjun bebas, kualitasnya juga menurun. ”Tapi kalau menyumbang 80 persen kebutuhan industri, kami masih sanggup. Soal kualitas, bisa ditingkatkan,” tegasnya.

Siang itu, massa APTI Jateng yang menggeruduk kantor gubernur ditemui pihak Pemprov Jateng lewat Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Heru Setiadi serta perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan. Meski begitu perwakilan petani tembakau masih tidak terima. Mereka ingin ditemui Gubernur Jateng langsung. (amh/ric/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Desak Guru Cabul Ditahan

“Makanya kami datang kesini (Mapolrestabes) untuk mengetahui, sejauh mana penyelidikan yang dilakukan oleh petugas. Kami harapkan untuk pelaku ini segera ditahan, dan jangan dibiarkan...

Batasi Galian C, Targetkan Pajak Rp 5 Miliar

RADARSEMARANG.COM, BATANG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang segera membatasi gerak penambangan liar galian C. Kendati begitu, juga menargetkan penarikan pajak hingga Rp 5 miliar. Menurut Sekda Nasikhin,...

Pameran Tematik Dongkrak Penjualan

SEMARANG - Kondisi ekonomi yang lesu membuat kondisi pasar ikut lesu. Bagi Global Elektronik, justru menjadi tantangan untuk terus melakukan inovasi, sehingga penjualan tetap...

Tanamkan Jiwa Bisnis Sejak Dini

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Untuk menjadi sukses sebagai wirausawahan, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah menanamkan jiwa cinta berbisnis. Jangan berpikir untuk mencari pekerjaan...

Proyeksi Kartu Kredit Mandiri Rp 2,9 Triliun

SEMARANG – PT Bank Mandiri Region Jateng dan DIJ memproyeksikan pengguna kartu kredit Mandiri naik menjadi 403 ribu hingga akhir tahun ini, dari 386...

Puasa

Pertanyaan : Assalamualaikum Wr. Wb Bapak Dr. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag yang saya hormati? Kenapa di bulan puasa ini masih banyak orang yang menggunjing,...