33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Banyak Taman Kota Belum Berkarakter

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang sedang gencar dilakukan. Tetapi banyak RTH di Kota Semarang masih asal berdiri, tanpa menyediakan fasilitas standar minimal sesuai dengan pedoman penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan perkotaan sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 5 Tahun 2008. Sesuai permen tersebut seharusnya di setiap RTH terdapat fasilitas ramah anak untuk bermain, penyediaan toilet, fasilitas komunitas, hingga ketersediaan fasilitas untuk disabilitas.

”Misalnya Lapangan Simpang Lima adalah kategori Ruang Terbuka Hijau (RTH) aktif. Karena ada aktivitas di dalamnya, baik sebagai fungsi untuk rekreasi, sosialisasi, dan tempat berkumpulnya berbagai komunitas. Tetapi sejauh ini fasilitas yang diberikan belum memadai,” kata Pengamat Tata Kota Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jamillah Kautsary, kemarin.

Dikatakannya, banyak fasilitas RTH yang selama ini belum dipenuhi oleh Pemkot Semarang untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, mulai fasilitas bermain anak, fasilitas untuk komunitas hingga toilet yang layak. Sebagai RTH, kata dia, semestinya memenuhi standar minimal sesuai dengan permen tersebut.

”Namun pada kenyataannya Lapangan Simpang Lima masih sangat jauh dari pelayanan RTH kota. Di sana tidak ada ruang-ruang untuk komunitas, tempat bermain anak masih sangat minim, kemudian fasilitas toilet juga belum memadai,” ujarnya.

Keberadaan toilet, lanjut dia, sangat penting mengingat Simpang Lima saat ini menjadi persinggahan para wisatawan. ”Seharusnya toilet harus memadai, sehingga ketika ramai kunjungan seperti pada akhir pekan, masyarakat tidak kesulitan mencari fasilitas toilet,” katanya.

Dia berharap, Pemkot Semarang memikirkan kualitas terhadap program-program yang sedang dijalankan. Menurutnya, selayaknya Simpang Lima dibenahi dan fasilitasnya disesuaikan dengan standar minimum RTH kota. ”Sehingga fungsi Simpang Lima sebagai RTH kota tidak banyak yang hilang,” ujarnya.

Termasuk fasilitas penyeberangan jalan. Simpang Lima yang berlokasi di tengah kota dengan kondisi jalan sangat padat, selayaknya memiliki fasilitas penyeberangan. ”Penyeberangan tidak harus berupa jembatan. Tetapi bisa berupa rambu-rambu. Sehingga pengendara kendaran tidak ugal-ugalan,” katanya.

Dikatakan, hak-hak pejalan kaki harus diperhatikan sesuai undang-undang. Penataan kawasan Simpang Lima, sejauh ini belum menunjukkan sebagai ikon kota yang ramah lingkungan. Sebab, penataannya terkesan hanya memperbaiki, tanpa ada pembaharuan. ”Belum ada sesuatu yang bisa menjadikan Simpang Lima sebagai tempat yang wajib dikunjungi,” ujarnya.

Pihaknya menyarankan, pembangunan taman kota harus berkarakter. Disesuaikan dengan kebutuhaan dari masyarakat agar bisa memiliki efek positif untuk menuangkan ide-ide kreatif. ”Maka taman harus bisa mewadahi kepentingan masyarakat, seperti teknologi, seni, sosial termasuk kepentingan lingkungan. Jika pembangunan taman berkarakter, maka akan bisa menjadi karakter Kota Semarang. Kalau taman yang sekarang ini kan tidak ada karakternya,” katanya.

Dikatakan, taman seharusnya bisa berfungsi sebagai tempat menciptakan iklim mikro. Adanya taman, suhu panas berkurang. Termasuk menciptakan estetika kota. Tetapi yang terjadi, pembangunan taman belum sesuai dengan standar kebutuhan masyarakat. ”Simpang Lima seharusnya dibangun untuk jangka panjang,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, mengatakan, sejauh ini taman-taman di Kota Semarang masih minim fasilitas. Banyak taman yang tidak dirawat dan dibiarkan mangkrak. ”Kami mendorong Pemkot Semarang terutama dinas terkait untuk segera melakukan pembenahan taman,” katanya.

Ia setuju, Simpang Lima saat ini masih banyak fasilitas yang harus dipenuhi sebagai taman masyarakat yang nyaman, aman, dan mendidik. ”Simpang Lima saat ini sudah tidak diperbolehkan untuk digunakan panggung konser. Fungsi sebagai ruang terbuka publik harus dikembalikan. Fasilitas harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (amu/aro/ce1)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

 Gelar Pameran Tematik dan Online

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pameran tematik serta penjualan dengan sistem online mulai banyak digelar oleh para pebisnis ritel elektronik. Hal tersebut seiring dengan pergeseran gaya...

Akta Perdamaian Terancam Dibatalkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang kreditur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri, mengajukan pembatalan putusan perdamaian, ke Pengadilan Niaga (PN) Semarang, karena KSP tersebut tak kunjung membayar...

Mengorek Hidung Atau Telinga Saat Puasa

Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh  Allah swt. Saya ingin bertanya, saat kita...

Lega, Tuntaskan UNKP Seorang Diri

DEMAK- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) berakhir pada Kamis (6/4) kemarin. Hal itu mengundang kelegaan tersendiri bagi Siti Istiqomah, siswi SMK Al Kautsariyyah,...

Cetak Rekor Nasional

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Festival Kelinci Magelang menjadi magnet tersendiri bagi peserta dari berbagai daerah. Festival ini merupakan acara perdana Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa)...

Rawan Longsor dan Puting Beliung

TEMANGGUNG - Curah hujan yang tinggi diperkirakan masih akan terjadi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung memperingatkan masyarakat untuk waspada dan melakukan antisipasi...