31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Pengurus KNPI dari 3 Fraksi Mundur Hasil Paripurna Berdampak pada KNPI

PEKALONGAN-Perombakan alat kelengkapan di DPRD Kota Pekalongan pekan lalu, berbuntut panjang. Selain 3 fraksi, PDIP, PPP dan PKS yang tidak mengakui hasil rapat paripurna serta Partai Demokrat keluar dari Fraksi PAN dan bergabung ke Fraksi PPP. Kini, pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang kebetulan berasal dari tiga fraksi tersebut, PDIP, PPP dan PKS, menyatakan diri keluar dari KNPI yang dipimpin Makmur Sofyan Mustofa.

Sejumlah pengurus KNPI dari kubu tiga fraksi tersebut antara lain, Arya Bima dari Demokrat, Mungzilin dari PKS, Ismet Inonu dari PDIP dan Abdul Rozak dari PPP, menyatakan mundur dari kepengurusan. Seperti diketahui, Mungzilin, merupakan sekretaris KNPI. Ismet menjabat sebagai Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) organisasi di bawah KNIP dan Abdul Rozak menjabat sebagai Sekretaris MPI.

Pernyataan tersebut muncul dari Arya Bima, anggota KNPI di bawah Makmur Mustofa. Ia menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan KNPI. Dan menyebutkan beberapa pengurus lain yang berasal dari unsur 12 anggota DPRD dari tiga fraksi juga akan mengundurkan diri.

Ditegaskan juga oleh Mungzilin bahwa dirinya mundur dari sekretaris KNPI versi Makmur Mustofa. “Saya mundur sebagai sekjen KNPI di bawah Makmur Mustofa,” tegasnya.

Tak hanya itu, Ismet juga menyatakan akan menarik sayap organisasi PDIP yang selama ini masuk dalam anggota KNPI versi Makmur Mustofa. Masalah perombakan alat kelengkapan di DPRD yang menjadi alasan mundurnya mereka, tersirat dari apa yang disampaikan oleh masing-masing dari anggota kepengurusan. Keberadaan Makmur Mustofa yang berseberangan dengan mereka, menjadi masalah baginya.

Sementara itu, Makmur Mustofa saat ditanya perihal pengunduran diri beberapa pengurus KNPI di bawah kepemimpinannya menyatakan sangat menghargai hak masing-masing individu untuk mengambil keputusan, termasuk mundur dari kepengurusan KNPI yang dipimpinnya.

“Saya menghargai hak tersebut karena itu hak individu. Mungkin karena faktor kesibukan, tugas beliau sudah berat dan sudah tidak bisa membagi waktu untuk KNPI. Kami hargai itu, kami hargai hak setiap individu untuk mengambil keputusan,” katanya.

Namun ia menyatakan tidak ingin menyangkutpautkan masalah perombakan alat kelengkapan di DPRD sebagai dasar masalah pengambilan keputusan mundurnya mereka. (tin/ida)

Latest news

Related news