31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Penanganan Penipuan Umrah Lamban

SEMARANG – Kasus pelaporan dugaan penipuan uang milik jamaah umroh melalui biro travel Rihlah Alatas Wisata (RAW) belum ada kejelasan. Kepolisian belum menetapkan Eko Agung Rahardjo selaku pimpinan RAW Semarang yang beralamat di Jalan Woltermonginsidi menjadi tersangka dan masih bebas.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wiyono Eko P mengatakan kasus pelaporan tersebut masih ditangani. Saat ini masih tahap pemeriksaan saksi-saksi.

”Masih penyidikan memeriksa saksi-saksi juga biro jasanya (RAW) yang ada di Jakarta. Terlapor itu mengatasnamakan biro jasa yang ada di Jakarta,” ungkapnya, kemarin.

Hasil pemeriksaan RAW di Jakarta, lanjut Wiyono, Agung (terlapor) sudah tidak lagi memiliki hubungan kerjasama dengan travel RAW. Hanya saja, terlapor masih mengaku menjadi pimpinan RAW Semarang, hal itu untuk mengelabui korbannya. ”Dulu (terlapor) memang pernah kerja di biro tersebut, tapi sudah diputus. Makanya ini fiktif,” terangnya.

Wiyono mengakui sampai sekarang belum menetapkan terlapor, Agung sebagai tersangka. Saat ini, pihaknya masih fokus memeriksa saksi dan mengumpulkan alat bukti. ”Terlapor belum diamankan. Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi pelapor, korban-korbannya. Kita juga kumpulkan barang bukti, mulai kuitansi hingga bukti transfer,” katanya.

Pihaknya telah membentuk dua tim untuk menangani kasus dugaan penipuan umrah tersebut. Setelah alat bukti kuat, maka pihaknya akan menangkap terlapor. ”Jumlah kerugian sudah sampai Rp 4 miliar lebih. Yang melapor 18 orang, mewakili 135 orang korban,” pungkasnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna mengatakan, pihaknya telah memanggil pelapor untuk dimintai keterangan lebih lanjut. ”Ini masih proses pendalaman,” katanya.

Suwarna juga menegaskan, kasus pelaporan ini masuk dalam tindak pidana penipuan. Selain melakukan penyelidikan, petugas juga melakukan pengejaran terhadap Agung. ”Sembari melapor sambil petugas melakukan pengejaran. Ini masuk penipuan,” tegasnya. (mha/zal/ce1)

Latest news

Related news