31 C
Semarang
Kamis, 6 Mei 2021

OJK Terima 569 Pengaduan

SEMARANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, sepanjang tahun 2016 lalu menerima sebanyak 14.980 pertanyaan, 6.781 informasi dan 569 pengaduan. Dengan tingkat penyelesaian masing-masing sebesar 93,3 persen, 91,8 persen dan 86,8 persen.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, selain penyelesaian terkait pertanyaan, informasi dan pengaduan, pihaknya juga membentuk 6 Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa (LAPS), menyediakan Layanan Pengaduan Konsumen Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi, meluncurkan Investor Alert Portal (IAP), serta membentuk Satgas Waspada Investasi Daerah di 35 provinsi dan/atau kabupaten/kota. “Pembentukan tersebut, salah satunya guna merespon pertanyaan masyarakat terhadap legalitas entitas yang menawarkan investasi dengan skema tertentu,” jelasnya, baru-baru ini.

Hasilnya, pelaksanaan fungsi penyidikan OJK juga berjalan cukup baik. Selama 2016, OJK menerima 132 laporan mengenai investasi ilegal dimana 32 laporan telah selesai dianalisis dengan 16 antaranya telah masuk proses penyelidikan maupun penyidikan. “Untuk proses penyelidikan maupun penyidikan, kami bekerja sama dengan Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya dan Polda Kalimantan Timur sesuai dengan tempat pelaksanaan pelanggaran pidana,” ujarnya.

Selain itu, sebagai salah satu bentuk pencegahan dari penyalahgunaan terkait masalah keuangan, pihaknya juga berupaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Salah satunya bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta industri jasa keuangan. Yaitu menerbitkan Buku Mengenal Jasa Keuangan tingkat Perguruan Tinggi. Pihaknya juga melakukan berbagai macam kegiatan edukasi melalui penyelenggaraan 41 even program edukasi keuangan dengan total peserta lebih dari 12 ribu orang. (dna/smu)

Latest news

Related news