31 C
Semarang
Sabtu, 15 Mei 2021

Pesimis Bisa Digunakan Mudik

SEMARANG – DPRD Jateng pesimistis pemerintah mampu merampungkan megaproyek tol Brebes-Semarang pada Lebaran 2017. Meski pemerintah melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjamin jalan tol sudah bisa dilalui pemudik saat Lebaran, tetapi ternyata masih banyak kendala sehingga jaminan tersebut tak realistis.

”Kami mengapresiasi atas canangan dan semangat pemerintah pusat menyelesaikan mega proyek ini. Tapi kami pesimis bisa selesai Lebaran 2017, karena waktunya tinggal lima bulan lagi,” kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso.

Ia menambahkan, ada beberapa hal yang menjadi penyebab pihaknya pesmistis tol Brebes-Semarang bisa selesai bulan Juni mendatang. Pertama, pembebasan tanah terutama di Kendal, Kota Semarang dan Kabupaten Batang belum selesai. ”Pembebasan lahan di tol seksi Batang-Semarang baru mencapai 65,15 persen. Padahal pembebasan tanah ini titik krusial sebuah proyek besar,” ujarnya.

Di sejumlah titik, ada sejumlah masyarakat yang mengajukan syarat macam-macam. Misalnya di wilayah Rowobelang, Kabupaten Batang. Di kawasan tersebut, warga bersedia pindah asal pindah bersama-sama. Usai pindah, mereka menginginkan lahan milik provinsi untuk dibeli. Selain itu, aspek sosial yang masih tersisa dan juga terkait mepetnya waktu pengerjaan, sehingga secara teknis konstruksi, waktu hingga lima bulan ke depan masih kurang. ”Lebaran hanya tinggal lima bulan, dan secara teknis ada kendala bahwa jalan baru itu ada cut and fill. Jadi tidak realistis jika semua dikerjakan lima bulan selesai,” tambahnya.

Dalam pembangunan infrastuktur yang akan digunakan untuk masyarakat, perlu mencermati kualitas yang baik dan tentunya aspek keselamatan yang harus menjadi prioritas utama.  Tol ini untuk jangka panjang, sehingga harus cermat dalam prosesnya. ”Dengan kuatnya kualitas bangunan dan tentu aspek keselamatan yang harus menjadi prioritas, cepat itu harus tapi jangan grusa-grusu,” tambahnya. (fth/ric/ce1)

Latest news

Related news